Secara struktur biaya, komponen energi juga bukan faktor terbesar dalam banyak sektor industri. Data BPS yang dikutip ReforMiner menunjukkan bahwa porsi bahan bakar, termasuk gas, pelumas, dan listrik dalam biaya input sektor industri berada di sekitar 6,35 persen.
Sementara itu, komponen bahan baku dan penolong dapat mencapai 64,60 persen hingga 96,76 persen, tergantung jenis industrinya.
”Artinya, jika persoalan bahan baku, permintaan pasar, kurs, produktivitas, teknologi, dan strategi industri tidak ikut dibenahi, maka tekanan terhadap daya saing akan tetap muncul meskipun beban energi telah dimitigasi,” ujar dia.
Meski begitu, Komaidi menjelaskan harga gas tetap menjadi komponen strategis yang perlu dikelola, khususnya bagi industri yang sangat bergantung pada pasokan gas. Namun, menjadikan gas sebagai kambing hitam tunggal atas seluruh tekanan industri, menurutnya, justru berisiko menutup ruang bagi solusi yang lebih komprehensif dan tepat sasaran.
(NIA DEVIYANA)