"Para pemangku kepentingan perlu mulai menyusun strategi jangka panjang untuk menghadapi kebutuhan dan tantangan industri dalam 10 hingga 20 tahun mendatang sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Denon.
Meski demikian, Denon menilai prospek industri penerbangan dalam lima tahun mendatang masih dinilai positif. Berdasarkan proyeksi INACA, rata-rata pertumbuhan jumlah penumpang domestik pada periode 2026-2030 diperkirakan mencapai 5,8 persen per tahun. Sementara itu, pertumbuhan penumpang internasional diproyeksikan mencapai 6,6 persen per tahun.
Sementara di sektor kargo, pertumbuhan rata-rata kargo domestik diperkirakan mencapai 5,86 persen per tahun, sedangkan kargo internasional diproyeksikan tumbuh 6,68 persen per tahun selama periode yang sama.
"Industri penerbangan nasional memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)