AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Jeff Bezos dan Elon Musk Ternyata Tak Bayar Pajak, Sri Mulyani: Ini Masalah

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Jum'at, 11 Juni 2021 06:30 WIB
Pemerintah memastikan akan membuat kebijakan mengenai aturan pajak agar tidak disalahgunakan.
Jeff Bezos dan Elon Musk Ternyata Tak Bayar Pajak, Sri Mulyani: Ini Masalah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah memastikan akan membuat kebijakan mengenai aturan pajak agar tidak disalahgunakan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan tengah menyusun kebijakan pajak agar tepat sasaran.

"Negara mengalami Covid-19 maka kita perlu terus memprioritaskan Covid-19. Namun kita perlu reform, baik transformasi ekonomi maupun reformasi internal sendiri, seperti perpajakan, penganggaran, dan pembiayaan (supaya) makin inovatif,"  kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (10/6/2021)

Dia mempertimbangkan kondisi Internasional dan domestik dalam membuat aturan pajak. Hal ini agar tidak terjadi kebocoran data seperti di Amerika Serikat. Salah satunya, orang terkaya di Amerika Serikat dalam hal ini Elon Musk dan Jeff Bezos.

"Mungkin bapak ibu tadi malam midnight dapat berita, karena saya juga pasti belum tidur, kemudian saya baca berita itu bahwa bocor data di AS. Para pembayar pajak terkaya dibocorin, ternyata mereka enggak bayar pajak. Ini menjadi sesuatu hal yang sangat besar," jelasnya.

Sebelumnya, para orang terkaya di Amerika hanya membayar sedikit pajak dari peningkatan kekayaannya. Beberapa di antaranya Jeff Bezos, Elon Musk, Warren Buffett, Carl Icahn, Michael Bloomberg, dan George Soros.

Berdasarkan data itu, kumpulan peningkatan kekayaan 25 orang terkaya di AS mencapai USD401 miliar atau sekitar Rp 5.694 triliun sejak 2014 hingga 2018. Namun, pajak yang mereka keluarkan terlampau kecil, hanya USD13,6 miliar atau Rp 193 triliun. Pembayaran tersebut dilakukan untuk pajak pendapatan federal selama lima tahun.

ProPublica melihat, miliarder-miliarder ini tak seperti kebanyakan orang lain yang penghasilannya berasal dari pendapatan upah konvensional. Para miliarder tersebut, justru sering mendapatkan manfaat dari penghindaran pajak, seperti saham dan real estate yang tidak dianggap kena pajak kecuali saat aset tersebut dijual

Untuk diketahui, masyarakat biasa di AS yang rata-rata memperoleh USD70 ribu dolar atau Rp994 juta per tahun, harus membayar 14% pajak federal atau 9.800 dolar AS alias Rp 139 juta.

ProPublica mengatakan, Jeff Bezos, sebagai orang terkaya di dunia membayar pajak tidak lebih dari satu persen dalam tarif pajak yang sebenarnya. Jumlahnya yakni sekitar  USD973 juta (Rp 13,8 triliun) atas pertumbuhan kekayaan sebesar USD99 miliar dolar AS (Rp 1.412 triliun) selama periode lima tahun. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD