sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kadin: Dunia Usaha Butuh Aturan Jelas hingga Pemberantasan Pungli Demi Iklim Investasi Sehat

Economics editor Tangguh Yudha
21/05/2026 15:40 WIB
Anindya menyebut dunia usaha menyambut baik komitmen pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi dan tata kelola pemerintahan.
Kadin: Dunia Usaha Butuh Aturan Jelas hingga Pemberantasan Pungli Demi Iklim Investasi Sehat. (Foto Istimewa)
Kadin: Dunia Usaha Butuh Aturan Jelas hingga Pemberantasan Pungli Demi Iklim Investasi Sehat. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026).

Dia menilai pidato Presiden memberikan arah yang jelas terkait pembangunan ekonomi nasional, penguatan fiskal, industrialisasi, tata kelola sumber daya alam, hingga perlindungan terhadap dunia usaha.

Anindya menyebut dunia usaha menyambut baik komitmen pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi dan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan kepastian hukum, perizinan yang cepat, pelayanan publik yang efisien, serta aturan yang adil dan tidak diskriminatif.

“Kadin mendukung penuh upaya Presiden memperbaiki iklim investasi, memperbaiki governance, dan memberantas korupsi. Dunia usaha membutuhkan aturan yang jelas, adil, dan tidak diskriminatif. Pungli, perizinan berbelit, penyelundupan, under-invoicing, dan praktik curang harus diberantas karena merugikan negara dan pelaku usaha yang taat aturan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Dia menegaskan, praktik pungutan liar, penyelundupan, under-invoicing, hingga perizinan berbelit menjadi hambatan serius bagi dunia usaha yang taat aturan. Artinya, tata kelola pemerintahan yang baik menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, ujar Anindya, Kadin mendukung agenda industrialisasi yang disampaikan Presiden Prabowo. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk negara lain, tetapi harus mampu menjadi negara produsen dengan industri bernilai tambah yang kuat.

“Kita harus memperkuat industri nasional. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus mampu memproduksi barang bernilai tambah, memperkuat merek nasional, dan membuka lapangan kerja berkualitas,” katanya.

Anindya juga menyatakan Kadin siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat investasi, hilirisasi, penguatan UMKM, dan pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kadin siap mendukung agar program-program besar pemerintah tidak hanya menjadi belanja negara, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat. MBG, Kopdes, desa nelayan, pangan, dan energi harus memberi multiplier effect bagi UMKM, petani, nelayan, dan industri nasional,” ujarnya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement