sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemendag Catat 7.887 Laporan Konsumen, Mayoritas Permasalahan Transaksi Daring

Economics editor Nia Deviyana
13/01/2026 11:46 WIB
Dari 7.887 laporan, terdapat 7.836 laporan terkait transaksi perdagangan melalui sistem elektronik.
Kemendag Catat 7.887 Laporan Konsumen, Mayoritas Permasalahan Transaksi Daring. Foto: iNews Media Group.
Kemendag Catat 7.887 Laporan Konsumen, Mayoritas Permasalahan Transaksi Daring. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sepanjang 2025, sebanyak 7.887 laporan konsumen yang masuk melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN). 

Laporan tersebut meliputi 7.526 pengaduan konsumen, 258 pertanyaan, dan 103 informasi. 

"Sebanyak 7.853 laporan (99 persen) berhasil ditangani. Sementara itu, 34 pengaduan sektor barang elektronik, kendaraan bermotor, dan jasa pariwisata sedang diproses,” ujar Direktur Jenderal PKTN Moga Simatupang dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).

Laporan konsumen tersebut meliputi sektor elektronik, kendaraan bermotor, dan sistem pembayaran. Pada sektor elektronik dan kendaraan bermotor, pengaduan konsumen lebih banyak mengenai barang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, barang mengalami kerusakan, dan kendala klaim garansi ke pusat layanan (service center).

Dari 7.887 laporan, terdapat 7.836 laporan terkait transaksi perdagangan melalui sistem elektronik. Dengan kata lain, 99 persen dari jumlah layanan konsumen yang masuk selama 2025 merupakan permasalahan konsumen yang bersumber dari transaksi daring

Sedangkan pada sektor sistem pembayaran, pengaduan konsumen lebih banyak mengenai permasalahan isi ulang saldo serta kendala penggunaan paylater dan kartu kredit.

Dari pengaduan yang masuk ke Kementerian Perdagangan tahun 2025, tercatat nilai transaksi konsumen sebesar Rp18.194.348.894 (Rp18,1 miliar). Nilai tersebut mengalami peningkatan 379 persen dibanding transaksi konsumen pada tahun 2024 sebesar Rp3.797.573.216 (Rp3,7 miliar).

"Hal ini dapat mengindikasikan bahwa indeks keberdayaan konsumen Indonesia sudah berada pada level kritis yaitu berani menyuarakan permasalahan dan memperjuangkan haknya melalui jalur yang tepat,” kata Moga.

Pengaduan konsumen yang diterima Kementerian Perdagangan berasal dari berbagai saluran layanan, yaitu melalui aplikasi pesan WhatsApp 0853 1111 1010, surat elektronik [email protected], dan telepon (021) 3441839. 

Pengaduan konsumen juga diterima dengan dengan bersurat maupun datang langsung ke Kementerian Perdagangan.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement