AALI
9925
ABBA
392
ABDA
0
ABMM
1465
ACES
1235
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2850
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
192
ADRO
1805
AGAR
340
AGII
1520
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
174
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
4120
AKSI
420
ALDO
1060
ALKA
244
ALMI
238
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.67
1.1%
+5.47
IHSG
6541.38
0.52%
+33.70
LQ45
941.01
1.02%
+9.47
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

Kementerian ATR Blokir Empat Sertifikat Tanah Nirina Zubir yang Diambil Alih ART

ECONOMICS
Athika Rahma
Jum'at, 26 November 2021 13:22 WIB
Kasus balik nama sertifikat tanah yang menimpa selebriti Nirina Zubir membuat Kementerian ATR BPN terus menggencarkan perlawanan terhadap mafia tanah.
Kepala BPN Soyfan Djalil menyebutkan, pihaknya sudah memblokir sertifikat aset yang digelapkan oleh mantan ART  Nirina Zubir. (Foto: MNC Media)
Kepala BPN Soyfan Djalil menyebutkan, pihaknya sudah memblokir sertifikat aset yang digelapkan oleh mantan ART Nirina Zubir. (Foto: MNC Media)

IDXChannel -Kasus balik nama sertifikat tanah yang menimpa selebriti Nirina Zubir membuat Kementerian ATR BPN terus menggencarkan perlawanan terhadap mafia tanah.

Menteri ATR/Kepala BPN Soyfan Djalil menyebutkan, pihaknya sudah memblokir sertifikat aset yang digelapkan oleh mantan ART selebriti tersebut. Sebanyak 4 sertifikat tanah yang dibalik nama oleh pelaku sudah diblokir sehingga tidak akan bisa diperjualbelikan ataupun berpindah tangan.

“Dari 6 sertifikat tadi, yang beralih 2 dan 4 lagi itu sudah diblokir. Berarti itu akan jadi lebih mudah. Begitu urusan pidana sudah jadi, kita kembalikan saja,” kata Sofyan dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Berkaca dari kasus Nirina Zubir, Sofyan mewanti-wanti kepada masyarakat khususnya pemilik tanah agar tidak mudah percaya terhadap orang lain atau pihak ketiga dalam pengurusan sertifikat tanah.

"Pada saat yang sama, walaupun Nirina korban, tapi Nirina juga sekarang menjadi public educator. Ia mengedukasi masyarakat, kalau punya sertifikat jangan mudah percayakan kepada orang," katanya.

Sofyan menandaskan, Kementerian ATR/BPN secara terus menerus melakukan perbaikan sistem administrasi di kantor-kantor pertanahan untuk memerangi praktik mafi tanah ini, salah satunya dengan menggencarkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di daerah.

Dengan teknologi yang terus diperbarui, data bidang tanah dilakukan digitalisasi sehingga sangat lengkap dan meminimalisir terjadinya pemalsuan.

“Program PTSL sekarang itu penting sekali. Target kita tahun 2025, seluruh tanah terdaftar dengan teknologi yang ada sekarang. Kita punya namanya koordinat dan lain-lain sehingga kalau seluruh tanah sudah terdaftar maka praktik yang seperti itu (mafia tanah, red) akan berkurang. Kedua, kita mendigitalkan sertifikat,” tuturnya.

Selain itu, Sofyan menegaskan, Kementerian ATR/BPN sangat tegas dalam menindak kejahatan pertanahan yang melibatkan mitranya, termasuk Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

"Maka kalau sertifikat sudah ada harus hati-hati. Kemudian kalau misalnya mau mengalihkan, gunakan pihak ketiga yang dipercaya dan punya reputasi baik. PPAT itu tadi, sebenarnya memiliki peran untuk membantu masyarakat, membantu BPN, tapi banyak PPAT itu yang pagar makan tanaman. Kita mau pecat dan kita sudah lakukan. Mereka itu telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh negara," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD