Dia juga menyampaikan refleksi atas pengalaman yang baru saja dialaminya ketika perjalanan menuju Swiss untuk menghadiri agenda internasional tidak dapat dilanjutkan akibat penutupan jalur udara di sejumlah kawasan yang terdampak eskalasi konflik geopolitik.
Saat itu, Wakil Menteri HAM Mugiyanto bersama Direktur Kepatuhan HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha Kementerian HAM, Siti Fajar Ningrum, sempat berada di Doha, Qatar, dan untuk sementara berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha sambil menunggu perkembangan situasi penerbangan internasional sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Menurut Mugiyanto, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa konflik global tidak hanya berdampak pada kawasan yang berkonflik, tetapi juga pada mobilitas internasional, agenda diplomasi global, serta stabilitas ekonomi dunia.
“Situasi yang kami alami menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik dapat berdampak luas terhadap mobilitas internasional dan aktivitas diplomasi global. In menjadi pengingat bahwa stabilitas dunia sangat penting bagi perlindungan kemanusiaan dan keberlanjutan aktivitas internasional,” ujarnya.
Dia juga menyoroti bahwa konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia berpotensi memberikan dampak luas terhadap stabilitas energi dan pangan global