Dengan demikian, pemerintah memastikan impor 1.000 ton beras dari AS itu tidak akan mengganggu pasar beras nasional.
Beras yang didatangkan adalah beras khusus untuk kebutuhan tertentu, bukan untuk menggantikan beras lokal yang menjadi konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia.
(Febrina Ratna Iskana)