AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Peduli Petani, Kementan: Tanam Singkong Lama, Kalau Beli Jangan Ditawar

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Sabtu, 16 Oktober 2021 21:22 WIB
Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi meminta masyarakat untuk menghargai jerih payah petani, khususnya petani singkong.
Peduli Petani, Kementan: Tanam Singkong Lama, Kalau Beli Jangan Ditawar (Dok.MNC Media)
Peduli Petani, Kementan: Tanam Singkong Lama, Kalau Beli Jangan Ditawar (Dok.MNC Media)

IDXChannel  - Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi meminta masyarakat untuk menghargai jerih payah petani, khususnya petani singkong.

Menurutnya untuk menanam singkong memerlukan waktu yang tidak singkat bahkan sampai membutuhkan 9 bulan untuk waktu panen.

"Tolong saya harap hargai jerih payah petani, karena nanam singkong 9 bulan, kalau nanam padi, jagung 3 bulan, tolong kalau petani jual ditawar lah," ujar Suwandi dalam webinar, Rembuk Daerah 1, Tantangan Pangan Masa Depan, Sabtu (16/10/2021).

Dalam kesempatannya Suwandi juga mengajak masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal salah satunya adalah singkong, karena dengan hal tersebut dapat membangun market para petani.

"Supaya produk-produk lokal tumbuh dengan baik walaupun kualitas belum apa, ya dibeli, dengan begitu petani akan semangat untuk meningkatkan kualitasnya, jangan mengonsumsi produk dari negara tentangga," sambungnya.

Mencintai produk dalam negeri menurutnya dapat menggerakan dan ekonomi akan tumbuh untuk mencapai bangsa yang kuat.

"Bangsa Indonesia bangsa yang besar, untuk menjadi besar, harus energi dan pangannya harus kuat," tuturnya.

Dalam kesempatannya Suwandi mengatakan potensi pangan Indonesia sebenarnya luar biasa, yang jangan sampai dilupakan oleh generasi selanjutnya.

"Ganyong, Gadung, Gembili, Hotong, Hanjeli, dan masih banyak lagi potensi yang perlu didorong dan dikembalikan dan dijaga dengan baik," pungkasnya.

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD