AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Pemimpin G20 Dituntut Atasi Krisis Pangan hingga Kemiskinan Ekstrem

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 29 Juli 2022 13:13 WIB
C20 menyerukan agar pemimpin G20 melakukan upaya nyata untuk menyediakan dan berbagi sumber daya dalam mencegah dan menanggapi krisis pangan dan kemiskinan.
Pemimpin G20 Dituntut Atasi Krisis Pangan hingga Kemiskinan Ekstrem. (Foto: MNC Media)
Pemimpin G20 Dituntut Atasi Krisis Pangan hingga Kemiskinan Ekstrem. (Foto: MNC Media)

Forum Keuangan G20 baru-baru ini pada bulan Juli telah gagal menemukan titik temu dalam perang Ukraina-Rusia, dan G20 harus menyadari bahwa ketidakmampuan dan keengganan negara anggotanya untuk mengatasi masalah ini tidak hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi kehidupan manusia tetapi juga konsekuensi ekonomi yang parah dan kemunduran dalam mengakhiri kemiskinan. 

Menanggapi data krisis global yang menarik yang disajikan oleh masyarakat sipil, Indonesia sebagai presiden G20 saat ini merumuskan strategi untuk memperkuat pemulihan dan ketahanan yang diperlukan untuk menghadapi krisis di masa depan di negara-negara berkembang, termasuk negara-negara berkembang terakhir dan negara-negara berkembang kepulauan kecil. 

Menurut Deputi Keuangan G20 Wempi Saputra, penyelesaian krisis global termasuk krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan membutuhkan kolaborasi dan partisipasi yang kuat dari semua pemangku kepentingan termasuk organisasi masyarakat sipil, dan ini perlu dilakukan melalui aksi kolektif. Wempi juga menyatakan dukungannya agar Organisasi Masyarakat Sipil diberikan lebih banyak ruang dialog dan percakapan dengan para pemimpin G20. 

Amalia Adininggar Widyasanti selaku Deputi Menteri Perekonomian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, yang juga merupakan bagian dari Development Working Group G20, juga hadir dan menggemakan pentingnya kolaborasi dan partisipasi yang kuat dari organisasi masyarakat sipil dalam dialog G20.

“Dalam masa krisis ganda ini, sangat penting bagi G20 untuk berkomitmen pada tata kelola ekonomi global yang inklusif, transparan dan demokratis, dan menjangkau komunitas yang paling rentan. Keputusan tentang isu-isu global harus dibuat dalam forum di mana semua negara dapat berpartisipasi pada pijakan yang sama, dan forum itu adalah Perserikatan Bangsa-Bangsa," desak Tove Maria Ryding dari European Network on Debt and Development (EURODAD).

“Dengan sisa kuarter terakhir sebelum diadakannya KTT G20 pada bulan November, koalisi C20 sangat mendorong para pemimpin G20 untuk mengintensifkan dialog dan keterlibatan dalam lebih banyak diskusi dengan CSO untuk menghasilkan deklarasi dan komitmen yang lebih nyata yang membahas dan memberikan solusi yang lebih ambisius untuk krisis multidimensi saat ini yang mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari”, ujar Ah Maftuchan, Sherpa C20.

(FRI)

Halaman : 1 2 3 4 Tampilkan semua
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD