AALI
9900
ABBA
404
ABDA
0
ABMM
1585
ACES
1260
ACST
238
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1955
AGAR
0
AGII
1505
AGRO
2250
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4300
AKSI
0
ALDO
860
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.49
-0.05%
-0.25
IHSG
6611.45
0.12%
+7.65
LQ45
944.82
-0.08%
-0.77
HSI
24234.29
0.99%
+237.42
N225
28775.38
-0.3%
-85.24
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

PPATK Bakal Laporkan Sumbangan Bodong Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio ke Kapolri

ECONOMICS
Ariedwi Satrio
Rabu, 04 Agustus 2021 10:54 WIB
PPATK menduga sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Almarhum Akidi Tio untuk penanganan covid-19 bodong. PPATK berencana melaporkan temuannya mereka ke Kapolri.
PPATK Bakal Laporkan Sumbangan Bodong Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio ke Kapolri (FOTO: MNC Media)
PPATK Bakal Laporkan Sumbangan Bodong Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio ke Kapolri (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menduga sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Almarhum Akidi Tio untuk penanganan covid-19 bodong. PPATK berencana melaporkan temuannya mereka ke Kapolri.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae menungkapkan, pihaknya berencana melaporkan hasil analisis dan temuan pihaknya terkait kejanggalan sumbangan Rp2 triliun ke Kapolri.

PPATK bakal melaporkan hasil temuannya itu ke Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Eko Indra Heri. Kata Dian, hasil temuannya itu bakal dilaporkan ke Kapolri dan Kapolda Sumsel dalam waktu dekat.

"Sampai dengan kemarin sore, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam Bilyet Giro itu tidak ada. Hasil Analisis PPATK yang detail dalam waktu dekat akan disampaikan ke Kapolri dan Kapolda Sumsel," kata Dian Ediana Rae, Rabu (4/8/2021).

Dian menjelaskan, PPATK sebenarnya sudah curiga sejak awal adanya informasi sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 dari keluarga Almarhum Akidi Tio. Sebab, sumbangan yang akan disalurkan tidak sesuai dengan hasil profiling PPATK terhadap keluarga Almarhum Akidi Tio.

"Sejak rencana sumbangan ini dipublikasi, PPATK sangat menaruh perhatian karena 'profile' penyumbang yang tidak sesuai dengan jumlah ya g akan disumbangkan, dan keterlibatan pejabat publik yg akan menerima (Kapolda Sumsel). Keterlibatan pejabat publik seperti ini memerlukan perhatian PPATK agar tidam mengganggu nama baik yang bersangkutan dan institusi kepolisian," bebernya.

Sekadar informasi, keluarga Almarhum Akidi Tio berencana menyalurkan donasi atau dana hibah sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. Bahkan, seremoni bantuan tersebut telah digelar dan disaksikan oleh pejabat setempat.

Belakangan, uang Rp2 triliun yang dijanjikan oleh keluarga Almarhum Akidi Tio belum kunjung ditransfer. Alasannya, proses pencairan sulit lantaran nominal uang dalam jumlah besar.

Hingga saat ini, uang Rp2 triliun itu belum terlihat. Anak mendiang Akidi Tio, Heryanti, akhirnya diperiksa polisi terkait perkara tersebut. Status hukum yang bersangkutan masih sebagai terperiksa. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD