"Ada yang lebih gila lagi ada satu perusahaan lagi di sini ekspornya USD1,44 juta di sana USD4 jutaan berubah harga 200 persen, kita mau detensi kapal per kapal jadi itu yang saya laporin, kalau ditanya, kalau enggak (ditanya), ya enggak usah," katanya.
Purbaya menegaskan, temuan tersebut baru terkait sektor CPO dan akan dilanjutkan ke komoditas lainnya. "Ini 10 besar. Ini baru CPO nanti ada batu bara juga," ujar dia.
Saat ditanya terkait potensi kerugian negara, Purbaya menyebut nilainya bisa sangat besar jika ditarik ke belakang. "Kalau saya tarik berapa tahun ke belakang panen saya," katanya.
(Dhera Arizona)