"Kinerja pendapatan dipengaruhi oleh peningkatan akses ekonomi, peningkatan pengawasan dan tata kelola pajak dan bea cukai, serta peningkatan layanan kementerian lembaga dan BLU," jelasnya.
Secara kumulatif, pendapatan negara terdiri atas Penerimaan Perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun, atau setara 44,1 persen dari target APBN dan mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 21,4 persen. Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp271 triliun atau telah memenuhi 59 persen dari target APBN, naik 21,6 persen secara tahunan.
Purbaya memberikan catatan tebal pada performa sektor pajak murni yang melesat hingga 24,6 persen selama enam bulan pertama tahun ini. Tren positif ini membalikkan situasi sulit pada periode yang sama tahun lalu yang sempat terperosok ke zona negatif.
"Kalau kita lihat penerimaan pajak saja itu tumbuhnya 24,6 persen Ini perkembangan yang mengembirakan mengingat tahun lalu kontraksi 7 persen di 6 bulan pertama," kata Purbaya.
Lompatan performa ini dinilai menjadi bukti sahih bahwa roda transformasi birokrasi dan pembenahan tata kelola organisasi pada otoritas perpajakan mulai membuahkan hasil nyata.