sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Refocusing Anggaran, Pemerintah Alihkan Belanja Seremonial Rp130,2 Triliun ke Sektor Produktif

Economics editor Anggie Ariesta
31/03/2026 20:18 WIB
Airlangga mengungkapkan potensi prioritasisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga bisa mencapai Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun.
Refocusing Anggaran, Pemerintah Alihkan Belanja Seremonial Rp130,2 Triliun ke Sektor Produktif. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)
Refocusing Anggaran, Pemerintah Alihkan Belanja Seremonial Rp130,2 Triliun ke Sektor Produktif. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

"Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial. Ini menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera," kata Airlangga.

Sebagai bagian dari transformasi budaya kerja, pemerintah juga menetapkan batasan ketat pada mobilitas pejabat negara. Hal ini diharapkan mampu menekan kebocoran anggaran sekaligus mendukung efisiensi energi.

Kebijakan tersebut mencakup Perjalanan Dinas Dalam Negeri dipangkas hingga 50 persen, Perjalanan Dinas Luar Negeri dipangkas hingga 70 persen dan Kendaraan Dinas mengalami pembatasan penggunaan hingga 50 persen, kecuali untuk kendaraan listrik dan operasional mendesak.

Selain refocusing pada K/L, pemerintah juga melakukan penajaman pada program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis. Dengan mengarahkan penyediaan makanan segar selama 5 hari seminggu serta memberikan pengecualian pada daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan wilayah stunting tinggi, pemerintah memproyeksikan adanya penghematan tambahan.

"Potensi penghematan dari kegiatan ini (Makan Bergizi Gratis) mencapai Rp20 triliun," tambah Airlangga.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement