Purbaya mengatakan kerumunan pengunjung yang memadati pusat grosir tersebut menjadi bukti kuat bahwa aktivitas konsumsi domestik tetap bergeliat. Dia meyakinkan publik bahwa fondasi ekonomi nasional saat ini sangat jauh dari kategori krisis.
"Artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik dan kita tidak resesi apalagi dari krisis, kita jauh dari krisis. Jadi ekonomi kan sedang bagus. Teman-teman nggak usah takut," kata dia.
Terkait kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyentuh angka USD117 per barel, Purbaya memastikan pemerintah akan menggunakan APBN sebagai instrumen penyerap kejutan (shock absorber). Hal ini dilakukan guna melindungi masyarakat dari dampak inflasi energi yang berlebihan.
"Nanti kalau harga minyak dunia naik pun kita akan coba absorb lewat APBN dan kita akan kendalikan semaksimal mungkin," ujar Purbaya.
(NIA DEVIYANA)