AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Susah Payah Amankan Aset Negara, Sri Mulyani Ungkap Ada Permainan Mafia!

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Senin, 15 November 2021 12:09 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan, pihaknya berusaha keras untuk mengamankan aset negara. Pasalnya, ada permainan mafia yang ingin menguasai aset negara.
Susah Payah Amankan Aset Negara, Sri Mulyani Ungkap Ada Permainan Mafia! (FOTO: MNC Media)
Susah Payah Amankan Aset Negara, Sri Mulyani Ungkap Ada Permainan Mafia! (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, pihaknya berusaha keras dan penuh pengorbanan untuk mengamankan aset negara. Pasalnya, ada permainan mafia yang mengincar dan berusaha untuk menguasai aset negara.

Sri Mulyani menegaskan, bakal terus menjaga aset negara dengan tepat. Mantan anggota Bank Dunia ini meminya  Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) agar melindungi semua barang milik negara (BMN) melalui sertifikat secara legal. Hal ini untuk menangkal praktek mafia tanah atau mafia aset negara.

"Barang-barang milik negara harus diamankan secara administratif dan secara legal. Barang itu harus didaftarkan, harus memiliki sertifikat dan dijaga dari sisi kepemilikannya karena ini akan menjadi salah satu akuntabilitas dalam berbagai upaya untuk menciptakan kepastian hukum. Ini untuk upaya pemerintah menangkal praktek mafia tanah atau mafia aset negara," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (15/11/2021). 

Menurutnya, jika aset negara tidak diadministrasikan secara legal, kata Sri Mulyani, itu bisa dengan mudah diambil oleh mafia tanah. 

"Terus terang kalau aset negara tidak diadministrasikan, tidak memiliki aset legal yang kuat, mudah sekali dilakukan penyerobotan baik itu dilakukan oleh oknum bekerjasama dengan mafia aset atau mafia tanah. Ini hal yang saya minta untuk diperangi oleh DJKN apalagi saat ini kita sedang melakukan kegiatan yang penting untuk mengembalikan hak negara seperti melalui satgas BLBI," tuturnya.

Dia menambahkan bahwa aset negara tak hanya berupa bangunan yang bisa dilihat saja, seperti bandara, gedung kedutaan besar di luar negeri, jalan tol, dan sebagainya. 

"Kita tidak boleh melupakan ada aset yang sifatnya intangible atau kualitas manusia yang sehat dan makin cerdas, yang memiliki skill (keahlian) itu aset yang intangible," pungkasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD