AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Digugat Rp1,1 Triliun, Manajemen Bukalapak (BUKA) Buka Suara

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Senin, 04 Juli 2022 15:05 WIB
Emiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memberikan tanggapan terkait gugatan kedua yang diajukan oleh PT Harmas Jalesveva (Harmas) kepada perseroan.
Digugat Rp1,1 Triliun, Manajemen Bukalapak (BUKA) Buka Suara. (Foto: MNC Media)
Digugat Rp1,1 Triliun, Manajemen Bukalapak (BUKA) Buka Suara. (Foto: MNC Media)

IDXChannelEmiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memberikan tanggapan terkait gugatan kedua yang diajukan oleh PT Harmas Jalesveva (Harmas) kepada perseroan.

Dalam rilis pers Bukalapak yang diterima IDXChannel, Senin (7/4/2022), pihak Bukalapak menjelaskan, terkait gugatan tersebut, perseroan saat ini sedang menunggu dokumen terkait gugatan di atas dari pihak yang berwenang untuk dipelajari dan menyiapkan serta mengambil langkah-langkah hukum yang tersedia sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Menurut catatan Bukalapak, dalam gugatan sebelumnya yang terdaftar dalam register perkara No.294/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL, majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan tidak dapat menerima gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh Harmas.

Manajemen BUKA menjelaskan, putusan Pengadilan telah jelas mengabulkan eksepsi Bukalapak mengenai kurangnya pihak dalam gugatan (plurium litis consortium) sehingga gugatan Harmas tidak dapat diterima (niet onvankelijke verklaard).

Lebih lanjut, pihak Bukalapak mengatakan, perseroan menghormati serta akan menjalankan putusan ini sebagai perusahaan yang beroperasi sesuai peraturan hukum di Indonesia.

“Bukalapak sempat berniat menjalin kerja sama dengan Harmas dalam hal penyewaan lokasi kerja yang dituangkan ke dalam Letter of Intent,” imbuh pihak BUKA.

Bukalapak juga sudah membayarkan down payment untuk memperkuat niat ini. Namun, Bukalapak tidak dapat melanjutkan rencana penyewaan lokasi kerja dengan pertimbangan masih belum terpenuhinya kewajiban Harmas dalam penyediaan ruangan lokasi kerja.

Meskipun rencana ini tidak dilanjutkan, hingga saat ini Harmas belum memenuhi kewajibannya untuk mengembalikan down payment tersebut kepada Bukalapak.

“Seperti saat kami memenangkan gugatan pertama, posisi kami dalam perkara yang dimaksud adalah kuat dan jelas. Kami tidak dapat melanjutkan rencana kerjasama dengan pihak penggugat dengan pertimbangan masih belum terpenuhinya kewajiban dari Harmas untuk memenuhi penyediaan ruangan lokasi kerja,” ujar Head of PR Bureau Bukalapak, Monica Chua.

Karenanya, jelas Monica, “kami tidak turut andil dalam hilangnya pendapatan sewa penggugat maupun kerugian-kerugian lainnya. Oleh karena itu, kami siap menghadapi gugatan kedua ini.”

Sebagai informasi, BUKA sebelumnya digugat oleh Harmas dengan nilai mencapai Rp1,1 triliun ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan tersebut terkait dengan perkara pengerjaan proyek dan hilangnya pendapatan sewa penggugat selama 5 tahun. (ADF)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD