AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1515
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1065
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1185
AGAR
448
AGII
1190
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3130
AKSI
800
ALDO
675
ALKA
238
ALMI
226
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/04/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
483.36
-0.1%
-0.50
IHSG
6086.26
0.11%
+6.76
LQ45
907.67
-0.08%
-0.77
HSI
28969.71
0.61%
+176.57
N225
29642.69
0.07%
+21.70
NYSE
16116.85
0.73%
+116.70
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,643
Emas
831,440 / gram

Efisiensi Bisnis, Garuda Negosiasi Turunkan Tarif Sewa Pesawat

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 05 Maret 2021 15:00 WIB
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berupaya melakukan efisiensi bisnis agar berharap kinerjanya bisa kembali positif dalam waktu dekat.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berupaya melakukan efisiensi bisnis agar berharap kinerjanya bisa kembali positif dalam waktu dekat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berupaya melakukan efisiensi bisnis agar kinerjanya bisa kembali positif dalam waktu dekat. Emiten pelat merah ini terus melakukan efisiensi bisnis demi menekan beban keuangan. Salah caranya adalah melakukan negosiasi dengan sejumlah perusahaan sewa pesawat atau lessor.  

Dikutip program News Screen Evening IDX Channel, Jumat (5/3/2021), Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan Garuda bernegosiasi dengan sejumlah perusahaan sewa pesawat atau lessor sejak tahun lalu. Saat ini perseroan memiliki perjanjian sewa pesawat dengan 31 lessor. Sewa pesawat merupakan salah satu komponen beban terbesar GIAA. 

Meskipun demikian, dia belum bisa menyebutkan nilai keseluruhan kontrak karena proses negosiasi masih berlangsung dengan masing-masing lessor. Tak hanya negosiasi untuk menurunkan tarif sewa, GIAA juga berupaya mengembalikan pesawat yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Pada Januari 2021, Garuda mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 kepada pihak leasing yang jatuh temponya pada 2027 mendatang. Akibat dampak Covid- 19, penerapan PSBB, dan kondisi new normal, sampai dengan Agustus 2020 lalu perseroan mengalami penurunan kapasitas produksi guna menyesuaikan tren demand yang terjadi saat ini. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD