“Pendapatan kami pada 2025 meningkat kurang lebih 5 persen dibandingkan 2024, namun EBITDA kami tumbuh lebih dari dua kali lipat. Ini adalah indikator yang sangat jelas mengenai kualitas pertumbuhan perseroan. Di tengah lingkungan ekonomi yang penuh tekanan dan ketidakpastian, kami memilih untuk tidak sekadar bertahan, melainkan memperkuat profitabilitas," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
"Kami menunggangi AI di ea modern dengan teknik berpikir tradisional, yaitu disiplin bisnis untuk mengekstraksi nilai dan menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin melalui efisiensi, produktivitas, dan kontrol operasional yang ketat," kata Alamsyah.
Dia menambahkan, transformasi digital internal melalui ERP berbasis AI telah meningkatkan visibilitas kinerja operasional secara real-time, mempercepat pengambilan keputusan manajerial, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya.
Dampaknya, produktivitas per karyawan meningkat signifikan, sementara proses bisnis menjadi lebih ramping dan adaptif terhadap perubahan pasar.
(Rahmat Fiansyah)