AALI
9350
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
715
ACST
170
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8150
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
117
AHAP
82
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1190
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
533.24
-0.72%
-3.85
IHSG
7057.29
-0.64%
-45.59
LQ45
1002.03
-0.66%
-6.67
HSI
19496.09
-2.54%
-507.35
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 1,894
USD/IDR 14,872
Emas
855,441 / gram

Hingga Agustus, Pendapatan Summarecon (SMRA) Capai 80 Persen dari Target 2021

MARKET NEWS
Iqbal Dwi Purnama
Senin, 13 September 2021 15:43 WIB
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berhasil membukukan pendapatannya senilai Rp3,2 triliun pada periode Januari sampai Agustus 2021.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berhasil membukukan pendapatannya senilai Rp3,2 triliun pada periode Januari sampai Agustus 2021. (Foto: MNC Media)
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berhasil membukukan pendapatannya senilai Rp3,2 triliun pada periode Januari sampai Agustus 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berhasil membukukan pendapatannya senilai Rp3,2 triliun pada periode Januari sampai Agustus 2021.

Manajemen emiten Porperti dengan kode saham SMRA itu menyatakan bahwa nilai tersebut mencapai 80% dari targetnya pada akhir tahun atau senilai Rp4 triliun.

Sedangkan pada pencatatan bulan Juli sampai Agustus 2021, SMRA berhasil meningkatkan marketing sales sekitar Rp370 miliar.

Dengan tambahan pencapian tersebut, Manajemen PT Summarecon Agung Tbk optimis bakal menembus targetnya hingga penghujung tahun 2021 mendatang.

Padahal perseroan telah meningkatkan target pendapatan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp3,5 triliun, yang pada tahun ini menjadi Rp4 triliun.

Capaian ini didapatkan dari penjualan rumah tapak perusahaan yang berkontribusi lebih dari 60% dari realisasi marketing sales perseroan.

Dengan pencapaian tersebut SMRA optimis target tahun ini akan dapat tercapai. Terlebih pemerintah juga telah memberikan fasilitas berupa Pajak Pertambahan nilai (PPn) ditanggung pemerintah atas properti.

Seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 103/PMK.010/2021. Peraturan ini memberikan insentif diskon pajak berupa fasilitas PPN DTP diberikan 100% untuk rumah atau unit dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar dan 50% pada rumah atau unit yang memiliki harga jual lebih dari Rp2 miliar. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD