AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Naik 33,18 Persen, Laba Bank BSI (BRIS) Tembus Rp987,68 M di Awal 2022

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 03 Mei 2022 06:50 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk/BSI (BRIS) mencetak laba bersih Rp987,68 miliar pada kuartal I-2022 atau naik 33,18 persen secara tahunan (yoy).
Naik 33,18 Persen, Laba Bank BSI (BRIS) Tembus Rp987,68 M di Awal 2022. (Foto: MNC Media)
Naik 33,18 Persen, Laba Bank BSI (BRIS) Tembus Rp987,68 M di Awal 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia Tbk/BSI (BRIS) mencetak laba bersih Rp987,68 miliar pada kuartal I-2022 atau naik 33,18 persen secara tahunan (yoy). Peningkatan tersebut dinilai sebagai bentuk peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan syariah.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/4), mengatakan pencapaian laba BUMN perbankan syariah ini juga membuktikan kondisi ekonomi Indonesia berada dalam pemulihan dari dampak krisis Covid-19.

"Secara fundamental, pembiayaan yang sehat dan solid didukung dengan efisiensi biaya serta ekspansi dana murah. Hal itu menjadi kunci kinerja cemerlang BSI pada triwulan I-2022. Pembiayaan yang disalurkan BSI tumbuh di semua segmen yaitu konsumer, korporasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), gadai emas hingga kartu pembiayaan serta pengembangan ragam dan inovasi digital melalui e-channel BSI,” ungkap Hery.

Penyaluran pembiayaan tersebut mencapai Rp177,51 triliun atau tumbuh 11,59 persen secara (yoy), dengan komposisi pembiayaan konsumer tumbuh 20,73 persen, pembiayaan mikro tumbuh 22,42 persen dan gadai emas tumbuh 8,96 persen. Capaian tersebut didukung pula pembiayaan sehat dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) net sebesar 0,9 persen.

"Dengan kinerja yang terus tumbuh, BSI semakin siap menjadi Energi Baru Untuk Indonesia sehingga perbankan syariah diharapkan mampu menjadi prioritas dan kompetitif, bukan hanya sebagai alternatif layanan perbankan" ujarnya.

BSI juga mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan. Per Maret 2022, BSI telah menyalurkan pembiayaan keuangan berkelanjutan sebesar Rp48,25 triliun atau berkontribusi sekitar 27 persen dari total portofolio pembiayaan.

Sementara itu, untuk perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK), BSI tercatat mencapai Rp238,53 triliun atau tumbuh sekitar 16,07 persen. Kinerja yang solid dan sehat juga ditunjukkan dari pertumbuhan aset sebesar 15,73 persen (yoy) menjadi Rp271,29 triliun. Adapun rasio kecukupan modal atau cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 150,09 persen. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD