Sebaliknya, CBUT memperluas penetrasi ke pasar eksternal dengan sisa mayoritas pendapatan berasal dari pelanggan pihak ketiga, yang menunjukkan diversifikasi basis pelanggan yang lebih luas.
Kualitas aset dan posisi keuangan Hingga 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat sebesar Rp4,1 triliun, sedikit terkoreksi 1,96 persen dari posisi akhir 2024 yang sebesar Rp4,2 triliun. Adapun posisi kas dan setara kas meningkat 21,7 persen menjadi Rp284,8 miliar.
Total liabilitas CBUT berhasil ditekan turun menjadi Rp3 triliun, menyusut 6,93 persen dibandingkan saldo 2024 sebesar Rp3,2 triliun. Penurunan ini terutama didorong oleh berkurangnya utang bank jangka pendek.
Total ekuitas perseroan mengalami penguatan sebesar 14,6 persen menjadi Rp1,1 triliun pada akhir 2025, dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp969,29 miliar. Peningkatan ekuitas ini mencerminkan akumulasi laba bersih yang sehat dan penguatan struktur permodalan perusahaan.
(Rahmat Fiansyah)