AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

Pengusaha Ancam Tutup Toko Jika PPKM Jilid III Dilaksanakan

MARKET NEWS
Ferdi Rantung/Sindonews
Kamis, 21 Januari 2021 19:45 WIB
APINDO berharap kebijakan ini akan selesai pada 8 Febuari. Sebab jika diperpanjang hingga ke Jilid III, maka para pelaku usaha akan tutup toko. 
Pengusaha Ancam Tutup Toko Jika PPKM Jilid III Dilaksanakan. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid II di Jawa dan Bali yang akan dimulai pada 26 Januari hingga 8 Februari 2021. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani berharap kebijakan ini akan selesai pada 8 Febuari. Sebab jika diperpanjang hingga ke Jilid III, maka para pelaku usaha akan tutup toko. 

“Ya kita dirumah ajalah, kunci toko jika diperpanjang lagi. Abis gimana gak bisa kerja lagi. Mall tambah pusing, Karena sepi. Mall itu yang bikin rame yaitu makan. Kalo kayak gini siapa yang dateng. Jadi toko - toko selain makanan dan minuman pasti klenger semua karena enggak traffic pengunjung,” katanya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (21/1/2021)

Sebenarnya mall dan restoran itu bukan tempat kluster covid-19, tegas Hariyadi Sukamdani, kasrena mall dan restoran memiliki tingkat protokol kesehatan tinggi baik dari penjual maupun pembeli.

“Rata - rata konsumen dan penjualnya memiliki kesadaran yang lebih baik akan  protokol kesehatan.” Terangnya

Namun yang perlu diketahui oleh pemerintah, bahwa masalah penyebaran covid-19 terjadi di segmen lain yang protokol kesehatannya lebih rendah. Seperti yang ada di pasar trandisional. “Ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah,” tegas Hariyadi Sukamdani. (*)

 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD