Selat Hormuz, jalur transit vital bagi sekitar seperlima pengiriman minyak global, tetap menjadi titik fokus pasar, dengan ancaman apa pun terhadap pengiriman melalui jalur air tersebut kemungkinan akan memicu lonjakan harga lebih lanjut.
Investor juga mengamati dengan cermat sinyal dari Washington, di mana para pejabat telah memperingatkan akan adanya tindakan yang lebih keras jika Iran tidak terlibat secara konstruktif, yang menambah lapisan ketidakpastian lain pada prospek.
Dari sentimen domestik, pemerintah Indonesia belum berencana menyesuaikan atau menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. APBN masih memiliki bantalan yang cukup kuat untuk menahan gejolak harga minyak mentah global saat ini.
Fluktuasi harga minyak dunia yang terjadi belakangan ini belum mencapai titik yang membahayakan postur anggaran. Oleh karena itu, wacana pembatasan kuota maupun kenaikan harga BBM subsidi sama sekali belum masuk dalam radar kebijakan pemerintah.
Pergerakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) terbaru masih berada di level USD74 per barel. Angka ini memang sedikit meleset dari asumsi makro APBN yang dipatok pada level USD70 per barel.