IDXChannel – Saham-saham emiten nikel hingga timah bergerak menguat pada perdagangan Selasa (24/2/2026) pagi.
Hingga sekitar pukul 09.08 WIB, mayoritas saham sektor ini dibuka di zona hijau dengan kenaikan bervariasi.
Penguatan terbesar dicatatkan oleh PT Timah Tbk (TINS) yang melonjak 3,61 persen ke Rp4.310 per unit.
Disusul PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang naik 1,22 persen ke Rp1.240 per unit. Kemudian PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 1,14 persen ke Rp4.440 per unit.
Berikutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bertambah 1,07 persen ke Rp3.780 per unit, sementara PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik 1,05 persen ke Rp384 per unit.
Penguatan juga terjadi pada PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang terapresiasi 0,57 persen ke Rp880 per unit.
Lalu PT PAM Mineral Tbk (NICL) menguat 0,42 persen ke Rp1.195 per unit, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 0,35 persen ke Rp7.125 per unit.
Kenaikan tipis dicatatkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebesar 0,32 persen ke Rp1.550 per unit.
Berbeda, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) melemah 1,11 persen ke Rp890 per unit.
Kontrak nikel tiga bulan di London Metal Exchange (LME) diperdagangkan di kisaran USD17.455,00 per metrik ton pada Senin (23/2).
“Pasar tengah mencermati keputusan pemerintah Indonesia untuk membatasi pasokan nikel,” tulis analis ANZ Research dalam sebuah catatan, dikutip dari Dow Jones Newswires.
Analis tersebut mencatat, pejabat Indonesia menyatakan produksi di Weda Bay akan dibatasi menjadi 12 megaton bijih nikel pada 2026, turun dari 42 megaton pada 2025.
ANZ menambahkan, kuota di seluruh industri pertambangan nasional juga akan dikurangi.
Dari sisi permintaan, tren konsumsi di China, terutama dari sektor kendaraan listrik (EV), masih memberikan basis permintaan yang stabil dan menopang harga dalam jangka pendek.
Pelaku pasar juga memantau aktivitas industri serta alokasi bijih di berbagai wilayah, yang dapat memengaruhi prospek keseimbangan pasokan dan permintaan dalam beberapa bulan ke depan.
Meski pasar masih sensitif terhadap kebijakan Indonesia, pergerakan harga tetap tertahan oleh pasokan global yang melimpah dan keterbatasan kapasitas pemurnian.
Jika kondisi ini berlanjut, faktor tersebut berpotensi membatasi kenaikan harga lebih lanjut. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.