AALI
9925
ABBA
292
ABDA
6725
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
198
ACST-R
0
ADES
3680
ADHI
840
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2280
AGAR
364
AGII
1465
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
150
AHAP
71
AIMS
412
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1395
ALKA
358
ALMI
308
ALTO
226
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.75
-0.39%
-1.98
IHSG
6658.02
-0.53%
-35.38
LQ45
949.05
-0.41%
-3.90
HSI
24243.89
-0.57%
-139.43
N225
28362.45
0.85%
+238.17
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
836,242 / gram

Saham Pengendali Diakuisisi GDK, DGIK Melesat 32,04 Persen

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Jum'at, 08 Oktober 2021 14:17 WIB
Saham PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) langsung melesat naik 32,04 persen setelah mendapatkan tambahan amunisi sebanyak 33 poin ke 136.
Saham Pengendali Diakuisisi GDK, DGIK Melesat 32,04 Persen. (Foto: MNC Media)
Saham Pengendali Diakuisisi GDK, DGIK Melesat 32,04 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Setelah secara resmi menayampaikan perubahan struktur pemegang sagam pengendali, saham PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) langsung melesat naik 32,04 persen setelah mendapatkan tambahan amunisi sebanyak 33 poin ke 136.

Berdasarkan pantauan RTI Business, Jumat (08/7/2021), sempat tersungkur ke level 96 pada pembukaan perdagangan sekitar pukul 09.00 wib. Namun hal itu tidak berlangsung lama, secara perlahan pergerakannya terus membaik dan berada di puncaknya siang ini.

Pada hari sebelumnya, saham ditutup di level 103, dan dibuka dengan harga 112 pada hari ini. Sebagian besar pembelinya adalah investor lokal.

Saham emiten konstruksi dan rekayasa teknologi yang ditransaksikan sepanjang hari ini sebanyak 1,25 miliar dengan frekuensi 50.439. Dengan jumlah tersebut, maka nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp153,51 miliar.

Seperti diketahui, telah terjadi perubahan saham pengendali dalam struktur pemegang saham Perseroan dari PT Lintas Kebayoran Kota pemegang saham pengendali sebelumnya menjadi PT Global Dinamika Kencana (GDK) sebagai pemegang saham pengendali baru. 

Seperti diketahui, GDK adalah pemilik perusahaan konstruksi PT Dirgantara Yudha Arta (Dirgantara) yang secara size lebih besar dari DGIK.

Perubahan tersebut terjadi setelah GDK melakukan pembelian sebanyak 2.873.092.300 lembar saham, yang dimiliki PT Lintas Kebayoran Kota, PT Lokasindo Aditama, PT Rezeki Segitiga Emas dan PT Multidaya Hutama Indokarunia. Total jumlah pembelian tersebut setara dengan 51,85 persen kepemilikan di DGIK, yang menjadikan GDK menjadi pemegang saham pengendali di DGIK.

Adapun pembelian dilakukan pada harga Rp80 per lembar saham sehingga total nilai transaksi sebesar Rp229,85 miliar dan pasca transaksi GDK memiliki kewajiban untuk melaksanakan tender offer terhadap kepemilikan publik sebagaimana diatur dalam POJK 9/2018.

Corporate Secretary Nusa Konstruksi Enjiniring, Almanda Pohan menyampaikan bahwa Perseroan mendapatkan pengendali baru yaitu PT Global Dinamika Kencana (GDK). GDK group di sektor jasa konstruksi bukanlah nama baru, karena GDK juga merupakan  perusahaan pengendali di perusahaan konstruksi nasional PT Dirgantara Yudha Artha (Dirgantara).

Ke depan tentu akan dilakukan sinergi dimana GDK akan mengkonsolidasikan bisnis jasa konstruksinya. Akuisisi ini secara tidak langsung akan menjadi jalan masuknya secara penuh bisnis konstruksi GDK ke pasar modal.

“Akuisisi atau pembelian ini bisa dikategorikan bagian dari ekspansi bisnis GDK group untuk meningkatkan size di sektor konstruksi, DGIK akan semakin besar lagi dan kuat dengan masuknya GDK sebagai pemegang saham pengendali," ujar Almanda dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (8/10/2021).

Sebagai tambahan informasi, PT Dirgantara Yudha Artha (Dirgantara) merupakan perusahaan konstruksi yang sudah berdiri sejak tahun 1990, Dirgantara sudah berpartisipasi dalam proyek-proyek konstruksi nasional, seperti infrastruktur bandara (Runway & Hangar), kawasan industri, jalan raya, Tol, dan yang terbaru dalam pembangunan proyek Tol Cikopo Palimanan.

Dengan akuisisi DGIK maka PT Global Dinamika Kencana (GDK) saat ini memiliki dua anak usaha yang telah listing di Bursa Efek Indonesia yaitu PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang bergerak disektor Healthcare dan DGIK sendiri. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD