Tak Patuhi PSBB, Batik Air Kena Sanksi Kemenhub

Market News
Shifa Nurhaliza
Rabu, 20 Mei 2020 10:30 WIB
Kemenhub berikan sanksi kepada maskapai dan operator bandara yang terbukti melanggar Permenhub No. 18/2020.
Tak Patuhi PSBB, Batik Air Kena Sanksi Kemenhub. (Foto: Ist)

IDXChannel - Membludaknya penumpang di bandara tanpa memerhatikan aturan physical distancing membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan sanksi kepada maskapai dan operator bandara yang terbukti melanggar Permenhub No. 18/2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dikatakan Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, maskapai tersebut melanggar ketentuan yang tertera pada Pasal 14 huruf b mengenai pembatasan jumlah penumpang paling banyak 50% dari jumlah kapasitas tempat duduk dengan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).

"Dari hasil investigasi dari inspektur penerbangan ditjen hubud, bahwa yang melanggar adalah maskapai batik air dengan rute Jakarta-Denpasar ID 6506," jelas Adita seperti dilansir SINDONews, pada Rabu (20/5/2020).

Selain maskapai penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara juga memberikan sanksi kepada operator bandar udara. Berdasarkan PM 18 tahun 2020, operator prasarana transportasi wajib menjamin penerapan protokol kesehatan berupa sterilisasi rutin melalui penyemprotan disinfektan dan jaga jarak fisik (physical distancing).

"Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa terdapat pelanggaran terhadap penerapan physical distancing oleh operator bandar udara, sehingga kami memberikan surat peringatan agar hal seperti ini dapat diantisipasi dengan baik dan tidak kembali terulang,” tambah Adita.

Kemenhub akan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan transportasi udara.

“Kami harap seluruh stakeholder penerbangan nasional dapat mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku, terlebih lagi kita tengah menghadapi wabah yang terus memakan korban jiwa. Kami tegaskan, tidak ada toleransi sedikit pun terhadap sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan terhadap peraturan dan regulasi penerbangan nasional,” tandasnya. (*)

Baca Juga