AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Trias Sentosa (TRST) Bukukan Penjualan Rp2,7 Triliun hingga Kuartal III-2021

MARKET NEWS
Lukman Hakim
Minggu, 28 November 2021 08:13 WIB
PT Trias Sentosa Tbk optimistis kinerja tahun ini naik signifikan dibanding tahun lalu.
PT Trias Sentosa Tbk optimistis kinerja tahun ini naik signifikan dibanding tahun lalu.  (Foto: MNC Media)
PT Trias Sentosa Tbk optimistis kinerja tahun ini naik signifikan dibanding tahun lalu. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Trias Sentosa Tbk optimistis kinerja tahun ini naik signifikan dibanding tahun lalu. Selain ditopang kenaikan harga jual produk, kenaikan juga karena efisiensi material dan sumber energi yang dilakukan emiten berkode TRST ini.

Hingga September 2021, produsen flexible packaging film tersebut sudah mencatat sales Rp2,7 triliun. Jumlah tersebut meningkat 20,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp2,21 triliun. 

Peningkatan penjualan tersebut disebabkan naiknya harga jual produk film packaging. Hal ini sejalan dengan kenaikan harga bahan baku minyak bumi di pasar global.  Tahun ini harga bahan baku mengalami kenaikan 15-20 persen. "Selain itu, kami juga berhasil melakukan efisiensi selama masa pandemi," kata Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan, Minggu (28/11/2021).

Efisiensi, kata dia, dilakukan terutama pada segi material, energi listrik dan gas. Dia yakin selama pandemi COVID-19, berhasil diatasi, pasar packaging film akan terus tumbuh. Sebab konsumsi per kapita juga akan meningkat. 

Hingga saat ini, pasar domestik masih memberikan kontribusi terbesar yakni 53 persen. Sedangkan sisanya berasal dari pasar ekspor yakni 47 persen.  Pasar ekspor terbesar ada di Amerika Serikat, Jepang, Australia, negara-negara Asean, China, Taiwan, Timur Tengah hingga Korea Selatan.

“Kami selalu menjaga rasio pasar domestik dan ekspor seimbang. Sehingga kalau ada apa-apa di pasar domestic kami bisa mudah memindahkan ke pasar ekspor,” ujar Sugeng.

Tahun 2022, dia yakin pasarnya akan lebih baik. Kalangan industri akan memanfaatkan semester pertama tahun depan menggenjot penjualannya. "Sebab itu, kami juga akan meningkatkan kapasitas produksi dengan mendatangkan dua mesin baru yakni mesin produksi Biaxially Oriented PolyPropylene (BOPP) Films," terangnya. 

Mesin ini memiliki kapasitas produksi 30.000 ton per tahun dengan investasi sebesar USD40 juta. Unit kedua yakni film Cast Polypropylene (CPP) memiliki kapasitas 15.000 ton/tahun dengan investasi USD7,5 juta.

“Kapasitas produksi harus kami tambah karena saat ini utilisasi sudah mencapai 90 persen. Kami harapkan mesin akan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2022," pungkas Sugeng. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD