AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Marak Penipuan Online, Berikut Tiga Financial Data Red Flags yang Perlu Diwaspadai

MILENOMIC
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Kamis, 25 November 2021 06:26 WIB
Saat ini marak beredar modus penipuan yang dilakukan secara online, salah satunya pinjaman online (pinjol) ilegal.
Penipuan Online (Ilustrasi by Pexels)
Penipuan Online (Ilustrasi by Pexels)

IDXChannel - Saat ini marak beredar modus penipuan yang dilakukan secara online, salah satunya pinjaman online (pinjol) ilegal. Adapun sebagian besar penipuan selalu berkaitan dengan uang.

“Pahami bahwa penipuan di dunia digital itu hampir selalu berkaitan dengan uang. Bener ga? (Heran yaaa, kalo udah soal duit, rasanya kayak pada ga takut Tuhan deh),” tulis tulis Perencana keuangan dan CEO Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie, di akun Intagram pribadinya @pritaghozie, Rabu (24/11/2021).

Terkait hal tersebut, Prita membagikan beberapa financial data red flags yang perlu diwaspadai. Lalu, apa saja red flags tersebut?

“Aku share beberapa financial data red flags yang perlu kamu waspadai. Bahkan sebisa mungkin hindari saat sharing potential private information: termasuk screenshot portonya ya kaaaa,” tulis Prita.

Berikut beberapa financial data red flags yang perlu diwaspadai:

1. Jejak Digital akan Selalu Ada

Meskipun kita menghapus sebuah postingan, namun saat ter-upload maka tidak ada yang bisa memastikan apakah sudah ada yang save, capture, dan lainnya. Itu sebabnya, menurut SiberKreasi, penting sekali untuk:

- Bijak sebelum posting maupun menulis komen: apakah ada manfaatnya, apakah bisa disalahgunakan di kemudian hari? dan lainnya.

- Pelajari aturan privasi di dalam perangkat tersebut. Kemudian, pastikan untuk tidak mengizinkan aplikasi yang akan “menarik” data pribadi tanpa sepengetahuan diri sendiri.

2. Data Apa Saja yang Jangan Dibagi

Menurut AFTECH, hati-hati jika kita menyebarkan data terkait:

- Tanggal lahir: termasuk untuk keluarga, apalagi ibu kandung.

- Foto KTP + selfienya.

- Tanda tangan/tulisan tangan secara digital-> ini juga sempat ada Add Yours-nya lho!

- Kartu kredit + 3 nomor CVC dan expiry date.

 Waspada, saat sharing data-data ini di media sosial, bisa dipakai untuk bobol PIN, password, atau lainnya.

3. Jangan Mudah Tergiur Penawaran

Saat mulai bertransaksi dengan financial technology, Satgas Waspada Investasi mengajarkan untuk selalu berpegang pada 2L, yaitu Logis dan Legal. Pastikan hanya bertransaksi dengan fintech legal dan memberikan imbal hasil yang logis.

“Media sosial memang seharusnya bisa menjadi tempat untuk berkreasi dan berekspresi. Namun, jangan sampai media sosial berujung petaka dan mengganggu kesehatan mental serta finansial. Mari bijak dalam berperilaku digital, mulai hari ini,” tulis Prita. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD