"Kita lakukan verifikasi cukup ketat. Kita melihat, satu, perusahaannya oke atau tidak, jujur apa tidak, melaporkan terkait dengan data ketenagakerjaannya," ujarnya.
Selain itu, Kemnaker juga memastikan posisi yang ditawarkan sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi lulusan perguruan tinggi. Apabila tidak memenuhi kriteria, lowongan tersebut akan dicoret dari sistem.
"Yang kedua, apakah perusahaannya ini benar-benar membuka lowongan sesuai dengan posisi seorang lulusan perguruan tinggi? Kalau tidak, kita coret," sambungnya.
Ia menambahkan, pihaknya turut memverifikasi keberadaan fisik perusahaan untuk memastikan lowongan yang ditawarkan bukan berasal dari perusahaan fiktif.
"Makanya fase sebelum kita buka ini kita sudah lakukan verifikasi. Kita cek, ini lokasi perusahaannya benar ada apa tidak, fiktif apa tidak, dan seterusnya," tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)