Jaksa Agung menyinggung, turbulensi IHSG sebagaimana yang terjadi beberapa waktu lalu itu harus dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus perbaikan.
Tidak hanya berfokus pada pemulihan jangka pendek, tetapi harus bergerak menuju pembenahan struktural yang menyentuh aspek transparansi, akutabilitas, dan integritas dalam tata kelola pasar modal sebagai bagian dari sistem perekonomian nasional.
"Kepercayaan adalah fondasi utama dalam sistem keuangan dan kepercayaan hanya dapat tumbuh apabila hukum ditegakan secara berintegritas," katanya.
"Dengan sinergi yang kuat antara pemangku kepentingan dan penguatan kapasitas kelembagaan, saya menyakini kita mampu melewati tantangan yang sistemik ini dan menjadikan sebagai pijakan untuk membangun sistem ekonomi yang lebih baik, inklusif, dan berdaya saing secara global," kata Jaksa Agung Burhanuddin.
(Nur Ichsan Yuniarto)