AALI
8050
ABBA
595
ABDA
6950
ABMM
1280
ACES
1305
ACST
264
ACST-R
0
ADES
2370
ADHI
685
ADMF
7650
ADMG
216
ADRO
1375
AGAR
398
AGII
1745
AGRO
2540
AGRO-R
0
AGRS
260
AHAP
57
AIMS
430
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
660
AKRA
3510
AKSI
418
ALDO
625
ALKA
228
ALMI
254
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
439.01
0.19%
+0.82
IHSG
6072.84
0.05%
+2.80
LQ45
825.08
0.25%
+2.03
HSI
26125.00
0.63%
+163.97
N225
27742.28
1.68%
+458.69
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
841,965 / gram

Gagal Naik Haji Tiga Kali, Jamaah: Bismillah, Semoga Bisa Tahun Depan

SYARIAH
Inin Nastain/Kontributor
Jum'at, 04 Juni 2021 11:56 WIB
Kebijakan pemerintah yang membatalkan keberangkatan calon jamaah haji, memaksa mereka untuk bersabar.
Lilis berharap bisa naik haji tahun depan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Keinginan Lilis Mukhlisoh, warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat untuk bisa menunaikan Rukun Islam ke lima kembali harus ditunda. Kebijakan pemerintah yang membatalkan keberangkatan calon jamaah haji, memaksa Lilis untuk menahan rindu bisa berziarah ke Makam Rosululllah SAW.

Kegagalan Lilis untuk beribadah di Tanah Suci tahun ini, menambah daftar penantiannya sejak 2012 lalu. Daftar pada 2012, Lilis dijadwalkan berangkat pada 2019 lalu, bersama sang suami, Yusuf Hasan. Namun nasib berkata lain.

Pasalnya pada Februari 2019, Lilis mengalami kecelakaan, ditabrak orang tidak dikenal. Akibatnya, dia harus bergelut dengan medis dan terapi setelah kakinya mengalami luka yang cukup serius. 

“Bulan Maret operasi. Satu pekan sebelum jamaah calon haji berangkat, operasi lagi. Akhirnya ditunda. Yang berangkat hanya suami saja. Padahal jadwalnya kami berangkat berdua,” kata Lilis di kediamannya, saat berbincang dengan MPI, Jumat (4/6/2021).


Berkat keuletannya berobat, luka di bagian kaki Lilis berangsur membaik. Meskipun tidak bisa kembali seperti sebelum kecelakaan, tetapi kondisi kakinya kini jauh membaik. Harapan Lilis untuk bisa segera menunaikan ibadah haji pun, semakin  besar. Bagi dia, tidak jadi masalah meskipun nantinya berangkat tanpa suami tercinta.

“Bismillah, 2020 bisa berangkat. Kondisi semakin membaik. Semua syarat sudah terpenuhi, karena pada dasarnya saya jadwal berangkat itu 2019 kan. Ternyata tidak ada (pemberangkatan), karena Pandemi Covid 19,” jelas Lilis lirih.

Meskipun kembali gagal untuk yang kedua kalinya, tetapi Lilis mencoba untuk tetap bersabar. Dukungan dari sang suami, membuat kekecewaan Lilis bisa terobati. Masih ada tahun 2021, yang diharapkan jadi waktu bisa mewujudkan impiannya, menyusul suaminya yang lebih dulu berangkat ibadah haji. Namun apa daya, kondisi pada 2020 lalu masih bertahan hingga sekarang. Pemerintah, melalui Menteri Agama kembali mengumumkan pembatalan pemberangkatan calon jamaah haji.


“Mau bagaimana lagi, karena kondisinya seperti ini. Mudah-mdahan sehat, panjang umur. Lillahi ta'ala. Mudah-mudahan bisa berangkat tahun depan,” jelas dia penuh harap. 

Niat Lilis untuk melaksanakan ibadah haji cukup besar. Bahkan, saat diberi pilihan apakah akan ditarik kembali uang yang sudah disetorkan, Lilis memilih tetap menyimpannya. “Nggak, saya bilang nggak mau diambil. Biarin saja. Saya sudah niatkan untuk (berangkat) Haji. Kalau tidak ada umur, nanti bisa diganti ahli waris,” jelas dia.

Keteguhan Lilis untuk tetap menanti bisa berangkat Ibadah Haji, meskipun tanpa ada kejelasan kapan, tidak terlepas dari peran sang suami. Selama ini, sejak 2019 istrinya mengalami kecelakaan, Yusuf senantiasa memberi semangat kepada istri tercintanya itu. 

“Kalau sampai tahun depan, berarti sudah 10 tahun sejak daftar. Saya bilang ‘Bismillah Mi (Mi, dalam bahasa Indonesia ‘Bu, Ibu. Panggilan suami kepada istri) mudah-mudahan bisa tahun depan.’ Kami sudah niat sepenuh hati untuk bisa ke Haromain,” jelas dia.

Yusuf mengatakan, pada 2019 lalu, sejatinya ada yang memberi masukan agar Lilis tetap berangkat bersama dirinya. Kalaupun ada masalah pada bagian kaki, itu bisa diatasi dengan menggunakan kursi roda saat berada di Tanah suci.

“Miminya (ibu mertua) nggak kasih izin, katanya ‘tahun depan aja.’ Ya sudah, kami ikuti. Dan ternyata, di sana saya selalu mendorong kursi roda salah satu jamaah yang udzur,” papar dia.

Lilis tentunya bukan satu-satunya calon jamaah haji yang kembali harus bersabar bisa menggenapkan Rukun Islam. Di Kabupaten Majalengka sendiri, ada 1150 orang yang sebelumnya siap diberangkatkan ke Tanah Suci, kembali harus menanti tahun depan. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD