AALI
10050
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1490
ACST
282
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1075
ADMF
8250
ADMG
0
ADRO
1185
AGAR
446
AGII
1175
AGRO
1010
AGRO-R
0
AGRS
324
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3200
AKSI
0
ALDO
695
ALKA
240
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/04/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.27
-0.22%
-1.08
IHSG
6080.37
-0.1%
-5.89
LQ45
905.67
-0.22%
-2.00
HSI
28967.83
-0.01%
-1.88
N225
29646.28
-0.13%
-37.09
NYSE
16186.29
0.43%
+69.49
Kurs
HKD/IDR 1,876
USD/IDR 14,590
Emas
835,960 / gram

Ketua OJK: Perdagangan Industri Halal Tahun 2020 Capai USD3 Miliar

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Selasa, 06 April 2021 11:06 WIB
“Nilai perdagangan industri halal di Indonesia pada tahun 2020 yang telah mencapai USD3 miliar," kata Ketua Dewan Komisaris OJK, Wimboh Santoso.
Ketua OJK: Perdagangan Industri Halal Tahun 2020 Capai USD3 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Industri pasar modal Syariah mempunyai andil dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional. Sebagai industri yang menyediakan sumber pendanaan dan sarana investasi bagi masyarakat pasar modal Syariah menjadi pilar pendukung dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Webinar IDX Channel Sharia Fair 2021 yang bertemakan Indonesia Menuju Pusat Ekonomi Dan Keuangan Syariah Dunia, Ketua Dewan Komisari OJK, Wimboh Santoso, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Industri halal Indonesia semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan oleh nilai perdagangan industri halal di Indonesia pada tahun 2020 yang telah mencapai USD3 miliar dengan tren yang terus meningkat,” ungkap Wimboh, dalam IDX Channel Sharia Fair 2021, Selasa (6/4/2021).

Dalam memaksimalkan potensi dimaksud, lanjutnya, terdapat beberapa tantangan yang masih akan dihadapi ke depan.

“Di antaranya, keuangan syariah belum sepenuhnya terintegrasi dengan ekosistem industri halal. Hal ini mempengaruhi peningkatan market share keuangan syariah yang terbatas, di mana pada Januari 2021 masih sebesar 10% dari aset industri keuangan nasional,” katanya.

Berikutnya, lanjut Wimboh, permodalan industri keuangan syariah per Desember 2020 juga masih terbatas. Di mana masih terdapat 6 Bank Syariah yang memiliki modal inti di bawah Rp2 triliun.

“Literasi keuangan syariah juga masih sangat rendah yaitu sebesar 8,93% jauh tertinggal dibandingkan indeks nasional sebesar 38,03%. Sementara indeks inklusi keuangan syariah yang sebesar 9,1%, juga masih jauh tertinggal dibandingkan dengan indeks nasional sebesar 76, 19%,” tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD