AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Orang Terlilit Utang Pinjol Termasuk Golongan yang Berhak Terima Zakat

SYARIAH
Widya Michella
Senin, 25 Oktober 2021 06:12 WIB
Orang yang dililit utang pinjaman online dapat masuk ke dalam kategori golongan yang berhak menerima dana zakat.
Orang yang dililit utang pinjaman online dapat masuk ke dalam kategori golongan yang berhak menerima dana zakat.  (Foto: MNC Media)
Orang yang dililit utang pinjaman online dapat masuk ke dalam kategori golongan yang berhak menerima dana zakat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) Fuad Nasar menyebut seseorang yang dililit utang pinjaman online (Pinjol) dapat masuk ke dalam kategori golongan yang berhak menerima dana zakat. Karena hal ini dengan pertimbangan kemanusiaan dan menyelamatkan umat dari kemudaratan di depan mata. 

"Sepanjang utangnya itu bukan untuk hal-hal yang dilarang agama, mereka yang terjerat utang Pinjol bisa masuk kategori gharimin, salah satu golongan yang berhak menerima dana zakat,"kata Fuad demikian dikutip pada laman resmi Kemenag, Senin,(25/10/2021).

Ia pun menyoroti praktik rente di masyarakat saat ini amat mengkhawatirkan yakni  masyarakat yang menjadi korban Pinjol ilegal. Bahkan, terdapat kasus warga bunuh diri karena diteror Pinjol ilegal karena tak mampu bayar utang yang telah berlipat ganda.

Dengan demikian ia mendorong organisasi pengelola zakat (amil zakat), seperti  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) mengambil peran untuk membantu masyarakat yang terjerat rente.

"Di sinilah saya kira peran kedermawanan individu dan peran organisasi pengelola zakat untuk membantu yang lemah,"jelasnya.

Hal Ini menurutnya menjadi  puncak gunung es dari fenomena ekonomi rakyat yang sekarat akibat situasi pandemi Covid-19 dan kenyataan yang terjadi sehari-hari, saat ini banyak orang diusir paksa dari rumah kontrakan karena tidak mampu bayar sewa. 

Ada juga orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya, banyaknya anak putus sekolah, harus menjadi ujian rasa sosial dalam menolong sesama. Karenanya, organisasi amil zakat perlu memberikan perhatian terhadap fenomena ini serta mengambil langkah untuk menjaga umat agar tidak menjadi korban rente. 

"Strategi dakwah Islam tidak berhenti sebatas mengedukasi umat tentang bahaya riba dan lintah darat. Tetapi juga membebaskan umat yang terbelit riba dan rente. Tidak hanya memberi tahu mana yang haram dan ilegal, tapi menunjukkan mana yang halal dan legal,"paparnya.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD