AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Umrah Akan Dibuka, Kemenag Tunggu Kepastian Arab Saudi Terkait Vaksin Sinovac

SYARIAH
Widya Michella
Selasa, 31 Agustus 2021 06:18 WIB
Menag berencana berkunjung ke Arab Saudi membahas lebih lanjut persoalan tersebut.
Menag berencana berkunjung ke Arab Saudi membahas lebih lanjut persoalan tersebut. (Foto: MNC Media)
Menag berencana berkunjung ke Arab Saudi membahas lebih lanjut persoalan tersebut. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan saat ini Kementerian Haji Saudi masih menunggu keterangan tertulis dari Kementerian Kesehatan Saudi terkait dengan vaksin Sinovac dan Sinopharm dengan booster. Atas dasar itu Menag berencana berkunjung ke Arab Saudi membahas lebih lanjut persoalan tersebut.

"Jadi keterangan tertulis ini masih belum didapatkan oleh Kementerian Kesehatan Saudi jadi Kementerian Haji masih menunggu problem internal mereka kira-kira satu minggu lagi akan tuntas. Kemudian jika ada surat tertulis Insya Allah umroh Indonesia akan dibuka nanti kita akan bicarakan setelah kami datang ke Saudi mudah-mudahan kita ikhtiarkan,"jelas Menag Yaqut saat Raker bersama Komisi VIII DPR RI disiarkan melalui akun YouTube DPR RI, Senin,(30/08/2021).

Berdasarkan komunikasi terakhir, Menag juga mendapatkan info bahwa QR code dalam sertifikat vaksin mutlak ada setidaknya diperlukan dua sertifikat baik  Sinovac maupun Sinopharm plus booster. 

"Saya kira ini menjadi otoritas pemerintah Saudi menentukan booster itu jadi memang kalau mereka mau nya satu diantara 4 booster itu ya paling mampu kita hanya melobi supaya enggak pakai itu gimana. Namanya juga ikhtiar akan kita usahakan,"paparnya.

Informasi lainnya, yakni tidak adanya masa karantina jika mereka telah melakukan dua kali vaksin dengan dosis lengkap. Ia menambahkan tidak seperti umroh sebelumnya mencapai 32 hari  dimana 16 hari karantina di negara ketiga, 8 hari karantina saat pulang ke negaranya ditambah dengan umroh sebanyak 10 hari menjadi total 32 hari. 

Kemudian, Menag Yaqut menjelaskan paket umroh ditetapkan selama 14 hari dan hanya diperbolehkan umroh sebanyak 1 kali namun salat bebas dilakukan setiap waktu.

"Nah ini komunikasi terakhir kita mencoba mengatasi hambatan-hambatan ini termasuk tidak ada karantina bagi yang sudah dua kali vaksin hanya butuh booster saja,"jelasnya.

Negara yang sudah dapat masuk, lanjutnya adalah Irak, Sudan Nigeria dan Algeria. "Jadi saya kira harus didiskusikan kembali soal ini tapi apa boleh buat ini hal maksimal yang kita lakukan,"paparnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD