Di sisi lain, outstanding kredit buy now pay later (BNPL) perbankan yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencapai Rp30,1 triliun atau tumbuh 37,72 persen (yoy). Jumlah rekening BNPL juga meningkat menjadi 31,76 juta dengan porsi terhadap total kredit perbankan sebesar 0,34 persen.
Penghimpunan dana masyarakat juga mencatatkan pertumbuhan positif. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 13,49 persen (yoy) menjadi Rp10.294 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh giro yang naik 20,53 persen (yoy), deposito 10,17 persen (yoy), dan tabungan 10,21 persen (yoy).
OJK juga mencatat likuiditas industri perbankan masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 108,20 persen, sedangkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74 persen. Keduanya berada jauh di atas ambang batas masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 186,54 persen.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,17 persen, sedangkan NPL net berada di level 0,84 persen. Sementara itu, rasio loan at risk (LaR) tercatat sebesar 8,72 persen.
Adapun profitabilitas industri perbankan tetap terjaga dengan return on assets (ROA) sebesar 2,45 persen. Ketahanan permodalan juga dinilai kuat, tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) yang mencapai 23,74 persen, menunjukkan perbankan memiliki bantalan modal yang memadai untuk mengantisipasi berbagai risiko.
(Shifa Nurhaliza Putri)