Pasar keuangan merespons cepat pasca Trump mengumumkan tarif 32 persen. IHSG turun tajam hingga sistem perdagangan mengalami trading halt setelah libur panjang Lebaran. Belakangan indeks mulai rebound usai Trump menunda pelaksanaan tarif serta merevisi sejumlah tarif seperti produk elektronik.
Industri yang terdampak langsung tarif Trump adalah perusahaan yang mengekspor barang ke AS. Kebanyakan industri ini bersifat padat karya seperti elektronik, tekstil, alas kaki, dan mebel. Banyak dari produk Indonesia yang menikmati preferential tariff untuk negara berkembang, sehingga dikenakan tarif 0 persen.
AS adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2024, ekspor ke AS mencapai USD38,3 miliar, sekitar 15 persen dari total ekspor. Dalam jangka pendek, ekspor Indonesia ke AS bisa turun jika tak mampu bersaing. Begitu juga dengan surplus perdagangan yang dinikmati Indonesia atas AS.
Presiden Prabowo Subianto telah mengirim tim yang berisikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Tim ini bertugas memberikan klarifikasi soal tuduhan AS bahwa Indonesia menerapkan tarif dan hambatan perdagangan bagi AS.
Prabowo juga mengungkapkan sejumlah ide untuk menghapus hambatan tersebut. Di antaranya menghapus kuota impor hingga relaksasi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Selain itu, Prabowo juga setuju dengan wacana pembentukan satgas untuk melakukan deteksi dini jika ada PHK di padat karya.