sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tarif Trump, Seberapa Besar Efeknya bagi AS dan Indonesia?

Economia editor Rahmat Fiansyah
16/04/2025 11:47 WIB
Donald Trump kembali membuat gebrakan tak lama setelah dilantik menjadi Presiden ke-60 Amerika Serikat (AS).
Donald Trump kembali membuat gebrakan tak lama setelah dilantik menjadi Presiden ke-60 Amerika Serikat (AS). (Foto: MNC Media)
Donald Trump kembali membuat gebrakan tak lama setelah dilantik menjadi Presiden ke-60 Amerika Serikat (AS). (Foto: MNC Media)

Kadin juga sudah bersuara terkait tarif Trump sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah. Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie mengusulkan pemerintah mengeluarkan paket kebijakan untuk meningkatkan daya saing nasional. Paket kebijakan tersebut harus mendorong agar industri lebih efisien dengan memangkas beban-beban yang menghambat.

Namun, wacana soal kuota impor dan TKDN perlu dikaji lebih serius dampaknya. Jangan sampai kebijakan ini malah merugikan industri nasional karena investor, terutama asing sudah menanamkan modal besar dan banyak menyerap tenaga kerja. Sektor atau produk impor yang direlaksasi bisa dilakukan secara selektif pada sektor industri yang sudah siap dan memiliki daya saing tinggi.

Penghapusan hambatan perdagangan juga perlu dibarengi secara paralel dengan kebijakan peningkatan daya saing sehingga industri lebih siap menghadapi barang-barang impor. Deregulasi, debirokratisasi, insentif pajak, hingga pemberantasan korupsi dan pungutan liar (pungli) bisa dilakukan untuk mengurangi "kolesterol" dalam sistem perekonomian.

Bagi masyarakat, ketidakpastian dari tarif Trump sejauh ini belum terlihat karena masih sangat dinamis. Namun, bagi investor, gejolak di pasar keuangan bisa menjadi kesempatan untuk membeli saham-saham yang memiliki fundamental baik. Namun mereka yang memiliki appetite risk rendah, bisa memilih aset-aset yang minim risiko seperti emas atau obligasi negara.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3 4 5 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement