IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan capaian pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026 melalui daya beli selama momentum Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Ditambah dengan stimulus ekonomi yang dikeluarkan pemerintah di awal tahun digadang-gadang dapat mendongkrak tingkat konsumsi rumah tangga.
"Dalam waktu singkat ada THR baik itu untuk pegawai negeri, swasta maupun yang lain. Nah, stimulus ini diharapkan kuartal pertama kami bisa gejot perekonomian," kata Airlangga dalam forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Airlangga menjelaskan beberapa stimulus ekonomi yang diberikan, mulai dari diskon tiket transportasi publik untuk kepentingan mudik, bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap masyarakat hingga dua liter minyak goreng kepada 35,04 juta keluarga.
"Nah stimulus ini diharapkan kuartal pertama kita bisa gejot perekonomian. Kita tahu selama bulan Ramadan ataupun di bulan puasa konsumsi akan meningkat dan targetnya minimal kita mencapai 5,5 persen di Q1," ucap Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen dicapai sebelum semester kedua 2026. Target ini diklaimnya tidak muluk-muluk, jika melihat fundamental ekonomi nasional dan rilis pertumbuhan ekonomi 2025.
Purbaya merujuk sejumlah pergerakan indikator perekonomian dari sisi permintaan dan penawaran. Seperti indeks kepercayaan konsumen yang dalam tren positif, kurva konsumsi BBM yang positif, kenaikan penjualan listrik untuk industri naik hingga sektor manufaktur, dengan indeks PMI ekspansif belakangan.
"Kalau kami lihat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat tahun 2025 akan terus berlanjut hingga tahun 2026. Prediksi kami di triwulan pertama ekonomi bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen," kata Purbaya dalam acara Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
(Febrina Ratna Iskana)