sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bukan Pembiayaan, Barang Impor China Disebut Jadi Penghambat Kemajuan UMKM

Economics editor Tangguh Yudha
28/02/2026 04:00 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan penyebab utama pelaku UMKM sulit naik kelas yakni pasar yang dibanjiri barang impor ilegal.
Bukan Pembiayaan, Barang Impor China Disebut Jadi Penghambat Kemajuan UMKM. Foto: iNews Media Group.
Bukan Pembiayaan, Barang Impor China Disebut Jadi Penghambat Kemajuan UMKM. Foto: iNews Media Group.

Maman juga menyoroti praktik under-invoicing dalam aktivitas perdagangan internasional. Dia mencontohkan adanya ketidaksesuaian data antara nilai impor yang tercatat di Indonesia dengan data ekspor dari China.

"Yang menjadi masalah ini adalah barang-barang ilegal impor yang masuk, yang tidak terdapat itu. Itu yang disebut oleh Pak Presiden, under-invoicing. Data impor di tempat kita masuk, barang-barang impor ini, itu 100. Tapi dari China, yang tercatat barang ekspor ini itu 900. Berarti ada 800 yang nggak tercatat," kata Maman.

Selisih data tersebut menunjukkan adanya barang impor ilegal yang masuk ke pasar domestik. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penerimaan negara dari sektor bea masuk, tetapi juga menimbulkan persoalan sosial karena menghimpit pelaku usaha dalam negeri.

"Itu membanjiri produk domestik kita, pasar domestik kita. Akhirnya apa? Problem. Ya bukan hanya sekadar dari problem pendapatan negara dari impor. Enggak. Saya selalu bilang, ini sudah masuk problem sosial," ujarnya.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement