Di sektor minyak dan gas, impor minyak bumi melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah meskipun terjadi perang AS-Israel terhadap Iran. Impor minyak mentah meningkat sebesar USD1,5 miliar.
Impor suku cadang dan mesin otomotif melonjak sebesar USD2,2 miliar. Impor mobil penumpang khususnya meningkat sebesar USD1 miliar. Peningkatan ini terjadi karena para produsen mobil berupaya memindahkan produksi ke AS di tengah meningkatnya tekanan dari tarif.
Toyota mengumumkan akan menginvestasikan USD3,6 miliar untuk memperluas produksi mobilnya di AS. Produsen mobil Jepang itu mengatakan akan memindahkan produksi truk pikap Tacoma ke pabrik di San Antonio, Texas, pada 2030.
Menurut data tersebut, AS bulan lalu mencatatkan defisit perdagangan terbesar dengan Vietnam (USD20,6 miliar), Meksiko (USD20,1 miliar), Taiwan (USD19,4 miliar), China (USD14,5 miliar), dan Uni Eropa (USD9,3 miliar), sementara surplus perdagangan terbesarnya adalah dengan Belanda (USD9,1 miliar), Hong Kong (USD5,6 miliar), Amerika Selatan dan Tengah (USD4,8 miliar), Australia (USD1,9 miliar), dan Inggris Raya (USD1,4 miliar). (Wahyu Dwi Anggoro)