AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Dugaan Korupsi Mesin Giling Tebu, KPK Panggil Bos PTPN Holding 

ECONOMICS
Ariedwi Satrio
Selasa, 30 November 2021 12:33 WIB
KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Executive Vice President PT Perkebunan Nusantara Holding (EVP PTPN Holding) terkait dugaan korupsi mesin tebu.
Dugaan Korupsi Mesin Giling Tebu, KPK Panggil Bos PTPN Holding (Dok.MNC Media)
Dugaan Korupsi Mesin Giling Tebu, KPK Panggil Bos PTPN Holding (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Executive Vice President PT Perkebunan Nusantara Holding (EVP PTPN Holding), Aris Toharisman sebagai saksi. Selain Aris, penyidik juga memanggil saksi lainnya yakni, Mantan Direktur SDM dan Umum PTPN XI, M. Cholidi, hari ini.

Keduanya bakal diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin giling tebu di Pabrik Gula Djatiroto milik PTPN XI periode tahun 2015-2016. Keterangan keduanya dibutuhkan untuk sekaligus melengkapi berkas penyidikan Budi Adi Prabowo (BAP).

"Hari ini, bertempat di gedung KPK Merah Putih, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi tersebut untuk tersangka BAP (Budi Adi Prabowo) dkk," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (30/11/2021).

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Direktur Produksi PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX), Budi Adi Prabowo (BAP) sebagai tersangka. Budi ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin giling tebu di Pabrik Gula Djatiroto milik PTPN XI. 

Budi Adi Prabowo ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Direktur PT Wahyu Daya Mandiri (PT WDM), Arif Hendrawan (AH). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah kongkalikong atau melakukan pemufakatan jahat terkait proyek pengadaan serta pemasangan mesin giling tebu di Pabrik Gula Djatiroto.

Atas pemufakatan jahat tersebut, keduanya diduga telah merugikan negara sekira Rp15 miliar dari nilai kontrak Rp79 miliar.

Atas dugaan tindak pidana tersebut, Budi Adi Prabowo dan Arif Hendrawan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD