AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Ini Alasan Erick Optimistis Indonesia Jadi Produsen Kendaraan Listrik Dunia

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 28 Juli 2021 15:55 WIB
Keberadaan Indonesia Battery Corporation (IBC) membawa Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik berbasis baterai di dunia.
Keberadaan Indonesia Battery Corporation (IBC) membawa Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik berbasis baterai di dunia.  (Foto: MNC Media)
Keberadaan Indonesia Battery Corporation (IBC) membawa Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik berbasis baterai di dunia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN memastikan keberadaan Indonesia Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC) membawa Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik berbasis baterai di dunia. 

IBH merupakan konsorsium BUMN yang akan dibentuk untuk mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Holding yang diresmikan sejak 26 Maret 2021 lalu itu, terdiri atas Mining and Industry Indonesia atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, dengan masing-masing kepemilikan saham 25 persen. 

"Tidak sampai di situ juga, kalau kita bicara eco lifestyle, salah satunya yang kedepan adalah kendaraan bermotor (listrik). Di situlah, kita memastikan, kita tidak hanya menjadi market, tapi kita menjadi bagian daripada ekosistem itu dengan menciptakan yang namanya baterai listrik," ujar Erick, Rabu (28/7/2021). 

IBH sendiri akan difokuskan pada rantai pasok (value chain) baterai listrik. Kementerian BUMN menargetkan produksi kendaraan listrik akan segera direalisasikan pada 2022 atau 2023. 

Di sisi produksi, IBH akan memproduksi baterai dan mendaur ulang (recycle) baterai. Erick menyebut hal itu penting dilakukan. 

Pemegang saham juga memperkirakan, 80 persen pemilik kendaraan listrik berbasis baterai akan mengisi daya (charge) di rumah mereka masing-masing. Karena itu, PT PLN (Persero) akan menyediakan keandalan listrik untuk memenuhi kebutuhan pengendara. 

Sementara, 20 persen lainnya akan dilakukan di tempat umum yang disediakan pemerintah. "PLN juga bersinergi, yang namanya charger baterai itu atau charger daripada kendaraan itu mau tidak mau nanti 80 persen di rumah loh. Hanya 20 persen di jalanan," katanya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD