Selain daya serap pasar, dia menegaskan bahwa kualitas rumah subsidi juga menjadi pertimbangan lain dari pemerintah, apabila jadi mengalami kenaikan harga.
"Terus kalau ada kenaikan kualitasnya bagaimana. Tentu kualitas juga harus bagus itu, jadi perbankannya gimana gitu. Jadi saat ini masih kita diskusikan (wacana kenaikan rumah subsidi)," ujar dia.
Kenaikan harga bahan baku global, biaya energi, dan biaya distribusi membuat harga material bangunan terus terdorong naik, seperti besi beton dan baja ringan, semen, pasir dan batu split, keramik dan granit, serta kabel listrik berbahan tembaga.
Selain faktor material, kenaikan beban upah para pekerja konstruksi juga menjadi komponen tambahan pembentuk harga jual rumah, baik subdisi maupun komersil.
(NIA DEVIYANA)