Asita, ujar Rusmiati, mendukung setiap upaya peningkatan kualitas layanan penerbangan selama tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keberlanjutan industri.
Sementara itu, Pengamat Transportasi Udara Gatot Raharjo menilai skema bagasi berbasis jumlah koper layak menjadi salah satu alternatif yang dikaji industri penerbangan nasional. Menurutnya, perkembangan tren perjalanan membuat pendekatan bagasi berbasis total berat tidak selalu menjadi pilihan yang paling relevan bagi seluruh segmen penumpang.
"Kalau kita melihat tren global, pengaturan bagasi di industri penerbangan memang tidak lagi hanya bicara soal berapa kilogram yang boleh dibawa. Di sejumlah maskapai internasional, pendekatan piece concept telah diterapkan sebagai salah satu skema pengaturan bagasi," ujarnya.
Gatot menjelaskan, konsep tersebut memberikan kepastian kepada penumpang mengenai jumlah koper yang dapat dibawa dengan batas berat tertentu pada setiap koper. Skema ini dinilai lebih sederhana dan mudah dipahami dibandingkan sistem yang hanya mengatur total berat bagasi.