AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Polisi Pastikan Ganjil Genap Berlaku di Lokasi Wisata Saat PPKM Level 3 Nataru

ECONOMICS
Puteranegara
Sabtu, 27 November 2021 10:32 WIB
Polisi menyatakan bakal menerapkan diskresi kebijakan Ganjil-Genap (GaGe) untuk kendaraan di lokasi wisata saat penerapan PPKM Level 3 periode Nataru.
Polisi Pastikan Ganjil Genap Berlaku di Lokasi Wisata Saat PPKM Level 3 Nataru
Polisi Pastikan Ganjil Genap Berlaku di Lokasi Wisata Saat PPKM Level 3 Nataru

IDXChannel - Polisi menyatakan bakal menerapkan diskresi kebijakan Ganjil-Genap (GaGe) untuk kendaraan di lokasi wisata saat penerapan PPKM Level 3 periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Pengaturan tempat wisata lokal, nanti akan diterapkan ganjil-genap untuk kunjungan wisata," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Penerapan PPKM Level 3 sendiri akan diterapkan di seluruh Indonesia menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal itu sebagai upaya menekan laju pertemuan Covid-19. 

Selain GaGe, kata Dedi, tempat wisata nantinya akan dipantau untuk memastikan dipasangnya Aplikasi PeduliLindungi sebagai wadah untuk screening masyarakat. 

"Kemudian seluruh tempat-tempat keramaian dan wisata dipasang PeduliLindungi dalam hal untuk melakukan kontrol siapa aja masyarakat yang ke situ dapat ke kontrol dengan baik," ujar Dedi.

Lebih dalam, Dedi menyebut, kepolisian akan melakukan pengawasan soal jumlah kapasitas dari tempat wisata tersebut. Mengingat, hanya 50 persen pengunjung dari jumlah normal yang dipersilahkan ke lokasi wisata.

"Kapasitas pengunjung juga akan dibatasi 50 persen," tutup Dedi. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD