AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Pungli Preman Bikin Resah, Aptrindo: Supir Sampai Gak Bisa Beli Solar Karena Dipalak 

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 11 Juni 2021 18:00 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan menyebut pungutan preman dikalangan pengusaha truk sangat mengganggu biaya logistik.
MNC Media

IDXChannel - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan menyebut pungutan preman dikalangan pengusaha truk sangat mengganggu biaya logistik. Ini dikarenakan dana yang diberikan kepada supir truk dalam perjalanan dirampas oleh preman tak bertanggungjawab. 

“Masalah preman ini menganggu sekali. Khususnya mengganggu cost logistic. Saya pernah mendapat keluhan dari supir truk dimana uang mereka dirampas sebelum sampai pom bensin, sehingga membuat mereka tidak punya biaya untuk membeli solar. Itu kan merugikan sekali,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (11/6/2021). 

Gemilang mengungkapkan, masalah preman ini menjadi masalah yang cukup serius dan perlu segera diberantas guna kenyaman dan keselamatan para supir truk. Ia menyebut, aksi pemalakan bukan hanya di Tanjung Priok melainkan di semua jalan yang dilintasi truk.

“Mayoritas jalan-jalan perlintas tru pasti ada preman yang berjaga. Kejadian pemalakan biasanya terjadi saat kamacetan di jalan yang sepi. Para premen itu biasanya memberi hambatan pada truk-truk yang akan lewat,” jelasnya. 

Sebelumnya pemerintah sudah mengungkapkan ke permukaan soal pemberantasan preman liar. Namun baru kali ini yang mengejutkan publik karena Presiden yang langsung memberikan perhatian. 

Kejadian bermula saat ketika Presiden Joko Widodo berdialog dengan para pengemudi truk kontainer di Terminal Tanjung Priok. Saat itu Jokowi melapor ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo perihal kriminalitas yang kerap terjadi di kawasan Terminal Tanjung Priok.

Mulanya Jokowi bertanya kepada mereka tentang persoalan-persoalan yang ada di kawasan terminal. Lantaran, ia mendapat informasi adanya aksi pungutan liar (pungli) dan persoalan lainnya di kawasan tersebut. 

“Para pengemudi lantas mengeluhkan soal banyaknya aksi kriminal yang menimpa mereka di kawasan terminal pelabuhan. Aksi kriminal itu berupa penodongan hingga pembegalan”tutunya. 

Lanjutnya, Gemilang menambahkan, kala itu kondisi sekitar lokasi pembangunan sering macet. Tiba-tiba oknum tak dikenal melompat ke truk, menodong pengemudi dengan senjata tajam, lantas mengambil barang yang menempel di kendaraan seperti ban, aki, dan lain sebagainya. 

Sebagai informasi, tiga tahun yang lalu para pengemudi sudah datang ke Istana Presiden dan menyampaikan hal yang serupa. Terkait laporan yang sudah diterima, Presiden akan berjanji untuk melakukan pemantauan terus menerus. 

“Janjinya presiden terkait hal ini adalah akan memantau terus menerus dan akan meninjau hasilnya, saya optimis pemberantasan ini akan berhasil,” tutupnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD