"Kita menyuplai kurang lebih sekitar 500 sampai 550 juta ton. Tapi apa yang terjadi? harganya bukan kita yang mengendalikan, harganya di luar yang mengendalikan. Idealnya harganya bagus karena supply dan demand,(faktanya) supply besar, demand sedikit, maka harganya jadi kurang," kata Bahlil.
(NIA DEVIYANA)