AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Simak Yuk! Tips Atur Gaji Bulanan Agar Tak Terjerat Utang

ECONOMICS
Wuri Hardiastuti
Selasa, 24 Agustus 2021 08:07 WIB
Anda perlu cermat mengatur gaji bulanan agar tidak tergoda berhutang, apalagi untuk kebutuhan sekunder yang kurang penting
Simak Yuk! Tips Atur Gaji Bulanan Agar Tak Terjerat Utang (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Tips membagi gaji bulanan wajib diketahui agar Anda tak terlilit hutang. Tanpa pengaturan keuangan yang benar, berarapun yang Anda miliki akan habis begitu saja. Apalagi bagi yang memiliki gaji tak terlalu besar, harus pintar-pintar mengaturnya. 

Merangkaknya berbagai harga barang kebutuhan hidup, sementara sumber pendapatan tak kunjung bertambah. Anda perlu cermat mengatur gaji bulanan agar tidak tergoda berhutang, apalagi untuk kebutuhan sekunder yang kurang penting. 

Pada dasarnya besar atau kecilnya gaji tidak menjamin cukup atau tidaknya untuk memenuhi kebutuhan. Ada orang yang gajinya ratusan juta setiap bulan tetapi tetap saja mengeluh kurang. Gaji pas-pasan pun bila dikelola dengan benar akan membuat pikiran tenang. Nah berikut ini tips mengatur gaji bulanan agar keuangan sehat dan tak banyak hutang seperti dikutip laman pintek: 

1. Buat Rencana Alokasi Prosentase Gaji 

Secara umum, Anda perlu mengalokasikan 50% dari gaji bulanan Anda untuk kebutuhan pokok, 30% untuk membayar cicilan dan hutang, 10% untuk ditabung dan 10% lagi untuk pegangan harian. 

Pengaturan seperti ini akan membuat jumlah hutang tetap bisa dicicil dengan baik tanpa harus khawatir mengalami penunggakan pembayaran atau berhutang lagi. 

2. Formula 40-30-20-10 

Metode lain yang bisa dicoba adalah formula 40-30-20-10. Alokasikan 40% gaji Anda untuk biaya hidup dan pengeluaran bulanan rutin seperti biaya makan, transportasi, pulsa, listrik, dan sebagainya. 

Alokasikan 30% gaji untuk membayar cicilan, misal cicilan rumah, kendaraan, atau hutang-hutang yang lain. Prioritaskan penyelesaian hutang pertama lebih dulu, jangan menambah hutang sebelum lunas. 

Sementara itu 20% gaji untuk tabungan dan simpanan. Dalam hal ini mungkin untuk biaya pendidikan anak di masa akan datang atau dalam waktu dekat.

Jangan habiskan semua gaji untuk kebutuhan pribadi, jadi 10% dari gaji Parent Pinters salurkan untuk kebaikan, terutama zakat bila sudah tercapai jumlah nisabnya. Bersedekah pun harus dilakukan agar rezeki Anda berkah. 

3. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan 

Hal yang seringkali menjebak orang dalam hutang dan hutang lagi adalah terlalu menuruti keingan yang sebenarnya bukan menjadi kebutuhan. Apa yang dibutuhkan bukanlah apa yang diinginkan. Tahan selera sejenak jika Anda ingin lebih bisa menikmati jumlah gaji bulanan yang lebih besar. 

Sebagai contoh misalnya kendaraan. Anda sudah memiliki mobil A yang secara kebutuhan sudah memenuhi. Namun, karena adanya rasa keinginan melihat mobil B yang lebih baru variannya, Anda terpaksa mengganti mobil A menjadi B dengan jumlah cicilan yang lebih besar. 

Konsekuensinya tagihan Anda akan semakin besar sementara sumber penghasilan tidak bertambah. Jangan sampai karena gaji akhirnya kurang, Anda pun harus berhutang biaya pokok, misalnya biaya pendidikan anak yang akhirnya menunggak karena harus membayar cicilan mobil. Di sinilah pentingnya mengatur kebutuhan dibandingkan keinginan.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD