AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Diprediksi Sulit Tercapai

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Minggu, 09 Mei 2021 14:27 WIB
Target pertumbuhan ekonomi bisa tembus 7% di 2021 diprediksi peneliti INDEF Bhima Yudistira akan sangat sulit dilakukan Pemerintah.
Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Diprediksi Sulit Tercapai. (Foto : MNC Media)
Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Diprediksi Sulit Tercapai. (Foto : MNC Media)

IDXChannel – Target pertumbuhan ekonomi bisa tembus 7% di 2021 diprediksi akan sangat sulit dilakukan Pemerintah. Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan  pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 hanya akan sebesar 2%.

"Sepertinya belum bisa, harusnya targetnya jangan overshoot. cukup tumbuh 2% saja disepanjang tahun 2021 sudah sangat bagus," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Minggu (9/5/2021).

Kata dia, ada beberapa tantangan seperti pemulihan ekonomi yang timpang antara jabodetabek dan daerah lain akibat pelarangan mudik lebaran. "Uang beredar lebih terkonsentrasi di retail jabodetabek selama kuartal ke 2. kemudian ada tantangan pasokan vaksin, dan realisasi vaksinasi dimana tahap 1 masih 7% dari 181,5 juta orang," katanya.

Masalah lain soal pemulihan sektor industri manufaktur masih belum merata. manufaktur tidak secepat sektor komoditas dimana harga nya booming karena permintaan naik. Manufaktur seperti tekstil dan pakaian jadi ternyata masih melambat.

Sedangkan di sisi lain dukungan dari stimulus fiskal pemerintah terhadap pelebaran defisit anggaran, sehingga serapannya diperkirakan tidak setinggi tahun lalu. Lantaran, ada kecenderungan juga pemda menahan serapan anggaran dengan parkir dana di bank daerah.

"Nanti kalau hambatan tersebut bisa diatasi, ekonomi bisa tumbuh tinggi.  tapi sekali lagi kalau 7% nampaknya terlalu optimistis dengan strategi yang biasa-biasa saja. harus ada langkah extraordinary," tandasnya. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD